counter Guilty Pleasure - Free Download Books
Hot Best Seller

Guilty Pleasure

Availability: Ready to download

BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA. MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI. Dear pembaca, Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini c BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA. MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI. Dear pembaca, Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk mempertemukan Julien dan Devika, mengingat keduanya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda. Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya? Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa... selamat jatuh cinta. CHRISTIAN SIMAMORA


Compare

BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA. MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI. Dear pembaca, Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini c BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA. MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI. Dear pembaca, Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk mempertemukan Julien dan Devika, mengingat keduanya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda. Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya? Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa... selamat jatuh cinta. CHRISTIAN SIMAMORA

30 review for Guilty Pleasure

  1. 5 out of 5

    Alluna

    Kenapa aku kasih bintang satu? Jangan salah.. aku termasuk penggemar novel2nya chrismor sebelumnya. Bahkan good fight yang membosankan itu saja tidak sampai hati aku kasih bintang 1. terus novel ini kenapa? BAHASA. Sumpah, aku gak habis pikir setelah baca novel ini.. bahasanya itu loh.. bahasa yg super gaul (atau banci?). Contohnya kata "e bi ji", aku baru engeh klo "e bi ji" itu ABG setelah sampai di pertengahan buku ini.. lalu nulis kata "never" pun diubah menjadi ney-vah or neh-vah.. dan membu Kenapa aku kasih bintang satu? Jangan salah.. aku termasuk penggemar novel2nya chrismor sebelumnya. Bahkan good fight yang membosankan itu saja tidak sampai hati aku kasih bintang 1. terus novel ini kenapa? BAHASA. Sumpah, aku gak habis pikir setelah baca novel ini.. bahasanya itu loh.. bahasa yg super gaul (atau banci?). Contohnya kata "e bi ji", aku baru engeh klo "e bi ji" itu ABG setelah sampai di pertengahan buku ini.. lalu nulis kata "never" pun diubah menjadi ney-vah or neh-vah.. dan membuat aku agak mengernyitkan dahi pas bacanya. Bahkan nih.. sampai detik ini.. aku gak tahu apa bahasa normal dari "bitidubs". Belum lagi bentuk "to the". Maksudnya?? Iya.. banyak kata2 di buku ini yg diubah jd bentuk "to the", contohnya jijik jadi "ji to the jik".. hidiih.. please deh.. TOLONG KALAU BUKU INI DITUNJUKAN CUMA UNTUK ANAK2 SUPER GAUL (ATAU BANCI?) KASIH PERINGATAN DI KOVERNYA.. biar aku juga gak terjebak buat beli. Pusing tau bacanya.. kebayang ga sih baca novel romens kayak gini aja kudu mikir? POV. Aku tahu kalau di buku ini make POV orang ketiga, tapi model percakapannya bikin pusing. Banyak yang ga jelas siapa yg ngomong.. lagi2 bikin mikir. DUNIA BANCI. Terlalu banyak.. overdosis. Menerima keberadaan gay juga ga sampe harus tahu kehidupan mereka dan pacar2nya kalii.. hoeks.. Jadi inget buku "Bared to You" nih, tokoh utamanya kan juga satu apartement sama temennya yg gay. terus yg terakhir nih, kisah romansa Julien sama Devika itu Cheesy banget.. masalah masa lalu Julien pun terlalu dipaksakan banget buat jd masalah dihubungan mereka.. biasanya nih ya, kalau aku baca novel chrismor.. begitu nutup buku tuh msh ada perasaan yg nyisa karena kisahnya manis n nyentuh.. nah untuk buku ini ga ada sama sekali.

  2. 5 out of 5

    Christian

    Dear all, *malu-malu* Kenalkan, ini anakku yang kesebelas. Novel #jboyfriend ini akhirnya terbit juga. Di buku ini, kalian akan bertemu dengan Julien. Aku menikmati sekali menulis cerita tentang cowok J yang ini selama tiga bulan. Jadi, harapanku sekarang adalah kalian juga menikmati saat membacanya. Pokoknya... GUILTY PLEASURE: zero guilt, 100% pleasure. *tsah* Enjoy while it's hot, Baby! x, CHRISTIAN SIMAMORA Dear all, *malu-malu* Kenalkan, ini anakku yang kesebelas. Novel #jboyfriend ini akhirnya terbit juga. Di buku ini, kalian akan bertemu dengan Julien. Aku menikmati sekali menulis cerita tentang cowok J yang ini selama tiga bulan. Jadi, harapanku sekarang adalah kalian juga menikmati saat membacanya. Pokoknya... GUILTY PLEASURE: zero guilt, 100% pleasure. *tsah* Enjoy while it's hot, Baby! x, CHRISTIAN SIMAMORA

  3. 5 out of 5

    Rezza Dwi

    Pertama kalinya baca tulisan penulis ini. Bacanya karena iseng 😁😂 Buku ini mengingatkanku pada buku-buku tipe Harlequin yang biasanya aku baca sesekali kalau iseng kepengen baca yang ringan-ringan, selewat, ngga pake mikir, dan cepet abis. Dan begitulah buku ini. Romance banget. Easy read. Agak kaget sebenernya sama bahasanya yang "begitu" 😁 narasinya campur gaul. Kayak sesekali kalau lagi bagian mendecak ada kata semacam nevaah (ya ampun ternyata ini never), o ma gad, ya semacam gitulah... aku lup Pertama kalinya baca tulisan penulis ini. Bacanya karena iseng 😁😂 Buku ini mengingatkanku pada buku-buku tipe Harlequin yang biasanya aku baca sesekali kalau iseng kepengen baca yang ringan-ringan, selewat, ngga pake mikir, dan cepet abis. Dan begitulah buku ini. Romance banget. Easy read. Agak kaget sebenernya sama bahasanya yang "begitu" 😁 narasinya campur gaul. Kayak sesekali kalau lagi bagian mendecak ada kata semacam nevaah (ya ampun ternyata ini never), o ma gad, ya semacam gitulah... aku lupa pelesetannya apa aja. Bagiku ini agak menganggu. Tapi mungkin justru inilah ciri khas penulis satu ini yang disenengin pembacanya. Kalau isi ceritanya sendiri.... Tokoh-tokohnya cenderung too good to be true. Ceritanya ya gitu, ala Harlequin. Banyak dialog, isi kepala, dan adegan vulgar. Kisah cinta romantis gitu-gitu. Aku pribadi sih emang ngga berekspektasi banyak sama buku ini dan sudah menduga akan sejenis itu 😁 cumaaa, cukup kaget aja ketika gay world-nya diumbar sebanyak itu. Padahal bukan tentang tokoh utama. Banyak. Buatku itu banyak. Untungnya, cover buku ini cukup sopan 😁😂 Sekian dan terima kasih. Apa Rezza akan membaca buku Xmor yang lain? Umm... maybe. Kapan-kapan-kapan kalau iseng mungkin. Who knows? Tapi, sekarang sih belum niat nyari buku-bukunya yang lain 😁

  4. 4 out of 5

    Dion Yulianto

    Seperti buku-bukunya yang lain, Guilty Pleasure adalah semacam bacaan yang konsisten memberikan apa yang selayaknya diberikan oleh sebuah bacaan yang bagus: pengalihan. Membaca novel-novel ChrisMor—terlepas dari segala pro dan kontranya—selalu berhasil membuat kita teralihkan sejenak dari dunia nyata ke dunia serba hedonis yang ditawarkan penulis. Entah apakah kecenderungannya begitu atau tidak, saya baru membaca 3 karya beliau dan rata-rata saya menjumpai setting yang sama: lingkungan urban, pe Seperti buku-bukunya yang lain, Guilty Pleasure adalah semacam bacaan yang konsisten memberikan apa yang selayaknya diberikan oleh sebuah bacaan yang bagus: pengalihan. Membaca novel-novel ChrisMor—terlepas dari segala pro dan kontranya—selalu berhasil membuat kita teralihkan sejenak dari dunia nyata ke dunia serba hedonis yang ditawarkan penulis. Entah apakah kecenderungannya begitu atau tidak, saya baru membaca 3 karya beliau dan rata-rata saya menjumpai setting yang sama: lingkungan urban, pekerjaan mapan, dan fisik yang bikin mata jelalatan. Oh iya, itu plus bahasa Inggris yang tumpah-tumpah dan kadang terlalu sophisticated (alias terlalu rumit maknanya, kudu buka-buka kamus atau googling kata-kata slang). Sebagai sarjana bahasa Inggris saya merasa gagal (--_--). Tapi, kita ambil hikmahnya, paling tidak saya jadi tahu apa itu puh-lezzzz (yang awalnya saya kira tidur pules) dan ebiji (itu biji apa coba? #eh). Langsung ke cerita, ceritanya diawali dengan tabrakan. Ya, tabrakan yang tidak disengaja, yang juga menabrakkan dua hati yang berbeda. Untung, penulis sudah mengakui di cover belakang bahwa ceritanya diawali oleh tabrakan. Dan, bukan ChrisMor namanya kalau tidak bisa mengolah adegan tabrakan menjadi adegan yang layak tayang. Peristiwanya simple, tapi di tangan penulis yang piawai, ceritanya jadi unik dan menarik. Tabrakan itu mempertemukan Devika (seorang artis yang terkenal dengan peran-peran antagonisnya) dan Julien (another J-boyfriend who is damn rich, tall, and of course six packs, bleh). Entah disengaja atau tidak, karakter cowok sempurna fisik dan batin selalu nonggol di buku-buku penulis ini. Kadang bikin tidak realistis. Saya malah paling suka sama karakter di Shit Happens, yang walau banyak kekurangan tetapi terbaca lebih realistis. Jadi, seperti yang bisa ditebak-tebak, tabrakan fisik mengarah pada tabrakan dua hati. Si cewek cantik dan berkelas, sementara cowoknya tajir dan ganteng, kurang apa lagi? Kalau sudah lurus-lurus bosen sih ya, makanya penulis dengan cerdasnya membikin konflik dengan menjadikan si Julien ini berumur … tada … 40 tahun. Yup, om-om saudara-saudari. And Devika falls in love with a man who is old enough to be her uncle! Okay, ini baru menarik. Saya tidak bermasalah dengan pernikahan beda usia. Dan, hebatnya penulis, dia bisa menjadikan sosok Julien ini diidolakan oleh pembaca lewat rambut garam-mericanya (bayangin senbentar gimana ya rambut garam merica itu). Tidak ada kualitas lain yang membuat wanita jatuh cinta pada pria yang lebih tua kecuali kedewasaannya. Ini, ditambah fisik Julien yang “membosankan” tadi, plus kekayaannya, bikin Devika klop. Konfliknya cukup unik, tapi menurut saya agak berlebihan. Hanya gara-gara Julien belum bisa melupakan masa lalunya, trus Devika ngambek. Tetapi, hal yang simple seperti ini bisa jadi unik kalo di tangan penulis yang berpengalaman. Endingnya juga sudah bisa ditebak sih, they are happily ever after … in Paris. Satu hal yang saya kurang cocok adalah saat Julien mengejar-ngejar Devika seperti ebiji-ebiji. Yah, saya akui, cinta memang bisa membuat seseorang berubah. Cinta bisa mendorong orang melakukan sesuatu di luar kebiasaannya. Tapi, cara Julien menurut saya terlalu “alay” jika mengingat usianya yang sudah 40 tahun dan posisinya sebagai CEO yang sukses. Keunggulan lain dari karya ini adalah kepandaian penulis merajut kata. Melalui kisahnya, dia sampaikan petuah-petuah hidup dengan cara yang sangat halus, tidak menggurui. Hal-hal simple semacam beda cinta dan cemburu buta, tentang masa lalu yang bagaimanapun sudah tak mungkin tergapai lagi, juga tentang kebahagiaan diri ala orang-orang urban. Judul-judul babnya juga unik, plus humor urban dan beberapa adegan agak menjurus yang “seperti biasa sangat nggak Indonesia banget” turut menjadi poin plus-plus hihihi. Tapi, jujur saya masih menanti ChrisMor menulis novel-novel dengan cara yang lebih realistis tapi tetap tidak kehilangan unsur humor slapstick seperti pada Shit Happens. NB: Saya cuma minjem lho ini. *ditegasin lagi

  5. 4 out of 5

    Nana

    Gue tidak mendapati hal-hal yang orang bilang ngeganggu dari buku ini sebagai hal yang mengganggu. Termasuk gay world-nya. Yah abis gimana dong, emang udah membudaya sih. Lagian cocok sama dunia selebritisnya Dev, si tokoh utama perempuan. Trus gue suka karena Christian Simamora nyebut "kondom" beberapa kali. Yes. Buat gue, penting banget untuk mencantumkan ini di novel-novel yang menceritakan seks luar nikah. Kalo lo suka baca novel-novel barat, mereka juga selalu menulis hal ini, supaya yang ba Gue tidak mendapati hal-hal yang orang bilang ngeganggu dari buku ini sebagai hal yang mengganggu. Termasuk gay world-nya. Yah abis gimana dong, emang udah membudaya sih. Lagian cocok sama dunia selebritisnya Dev, si tokoh utama perempuan. Trus gue suka karena Christian Simamora nyebut "kondom" beberapa kali. Yes. Buat gue, penting banget untuk mencantumkan ini di novel-novel yang menceritakan seks luar nikah. Kalo lo suka baca novel-novel barat, mereka juga selalu menulis hal ini, supaya yang baca, terus nyoba ngikutin (ya kali kan terinspirasi gitu) melakukannya dengan relatif aman. Cuma kasian juga si Dev sampe encok gitu. mwahahahahaha.... Yang tua siapa, yang encok siapa. Anyway, bintang 3 karena sebenernya dari plot gue ngerasa kurang nendang. Sama kayak Marry Me Sorry Later, klimaksnya gak penting-penting amat. All You Can Eat masih jadi juara (bintang 4) disusul Good Fight (tapi bintang 3 karena gue keburu ilfil sama "doll face"-nya. hehehe) Review di blog : http://glasses-and-tea.blogspot.com/2...

  6. 4 out of 5

    Aya Murning

    Devika Kirnandita—atau yang lebih sering disapa Dev saja—is a TV bitch who loves to drinks americano. Kenapa dia disebut TV bitch? Itu karena dia selalu mendapatkan peran antagonis di berbagai FTV, sinetron, dan film yang ia bintangi. Dev juga paling suka minum kopi jenis americano. Di Jakarta, ia tak tinggal sendirian di apartemennya, melainkan bersama Renhart Rumahorbo yang merupakan besties (bestfriend with testicles) sekaligus manajernya sendiri. Renhart yang biasa dipanggil Ren ini adalah l Devika Kirnandita—atau yang lebih sering disapa Dev saja—is a TV bitch who loves to drinks americano. Kenapa dia disebut TV bitch? Itu karena dia selalu mendapatkan peran antagonis di berbagai FTV, sinetron, dan film yang ia bintangi. Dev juga paling suka minum kopi jenis americano. Di Jakarta, ia tak tinggal sendirian di apartemennya, melainkan bersama Renhart Rumahorbo yang merupakan besties (bestfriend with testicles) sekaligus manajernya sendiri. Renhart yang biasa dipanggil Ren ini adalah lelaki bertubuh macho tetapi tidak selera sama sekali dengan wanita alias dia adalah gay. Oleh karena itulah Dev tidak masalah harus tinggal satu atap dengan Ren selain karena supaya ia tidak merasa kesepian jika tinggal sendirian. Semua cewek straight BUTUH sahabat gay. Pengalaman membuktikan, berteman dengan sesama cewek jauh melelahkan—ya drama, ya kemungkinan perasaan insecure dan sirik-sirikan, belum lagi aturan tak tertulis di dunia cewek yang segambreng banyaknya. – (hlm. 186) Suatu hari saat Dev sedang menyetir mobil sambil menyesap americano favoritnya, ia tak sengaja menabrak sebuah mobil. Tanpa Dev sangka, ternyata si pemilik mobil itu ganteng pisan saat dia keluar dari mobilnya. Dev memperkirakan cowok itu seumuran om-om dan ternyata judes banget. Lelaki itu meminta pertanggungjawaban Dev karena telah merusak bagian mobilnya, lalu ia mengambil foto plat mobil Dev dengan kamera di handphone-nya untuk jaga-jaga kalau misalnya Dev mengingkari janji dan lari dari tanggungjawab. Ia juga menyerahkan sebuah kartu nama pada Dev dan meminta Dev untuk segera menghubunginya besok. Di kartu nama itu tertera nama Julien Ang dengan jabatan sebagai CEO sebuah perusahaan besar. Tapi, sejujurnya, umur jelas nggak menggerus aura seksi yang menguar dari diri cowok itu. Dan saat dia menyebut seksi, bukan jenis kualitas fisik yang membuat kita cewek-cewek mengeluarkan air liur mupengsepertisaat melihat Zac Efron setengah telanjang, misalnya. Julien Ang seksi karena kematangannya. – (hlm. 79) “C’mon, it’s not like there is something wrong with you. Secara fisik, lo undeniably keren, selera berpakaian lo bagus, dan lo mapan—di dunia cewek, triple qualities begitu pasti tipe ideal banget deh!” – Dev (hlm. 98) Setelah memenuhi sebuah perjanjian pertemuan demi urusan mobil di bengkel langganan Dev, mereka pun berpisah dan tak pernah bertemu lagi selama beberapa bulan. Sampai akhirnya secara tak disengaja Dev bertemu lagi dengan Julien saat mereka sama-sama mendatangi acara dari desainer Pamela Ang. Sejak pertemuan itulah semuanya berawal bagi Dev dan Julien selanjutnya. Mereka makin sering bertemu dan jadi dekat. Kedekatan itu pula yang menggiring mereka akhirnya mengetahui masa lalu masing-masing pasangan—Dev yang dicampakan dan Julien yang harus merelakan kekasihnya untuk selamanya. Lalu, siapakah di antara mereka yang masih belum bisa sepenuhnya melepaskan masa lalu? Bisakah salah satunya menerima kondisi tersebut atau malah mundur teratur? “Gue bukan tipe pemaksa, Dev. Kalo lo nggak bales, gue asumsikan lo memang nggak tertarik untuk kenal gue lebih jauh. Somehow, gue bisa mengerti alasannya. Gimanapun juga, gue nggak bisa menyangkal, kalo perkenalan kita memang berawal dari sesuatu yang nggak baik.” – Julien (hlm. 99) *** “Pada akhirnya, kita harus pasrah pada seperti apa pun kekurangan pasangan kita, Dev. Karena memang begitulah prinsipnya cinta.” – Mama Dev (hlm. 32) Berdasarkan pengakuan dari si penulis sendiri yang ada di blurb, memang awal mula pertemuan Dev dan Julien itu klise banget. Tapi sebenarnya saya nggak terlalu mempermasalahkan ke-klise-an suatu tema cerita, asalkan si penulis bisa meramu sisanya secara jenius dan tetap menarik bagi pembaca. Untungnya, tabrakannya ini dibuat lebih elit dengan media mobil, bukan sekadar nggak sengaja nabrak di pengkolan trus buku yang dipegang pada berhamburan kayak anak sekolahan. That is definitely very last decade, yes? :D Yang cewek itu butuhkan tentu saja pasangan yang bisa mengimbangi kecerewetannya dengan sikap kalem dan karakter yang dewasa. Ditambah lagi, Julien mapan secara finansial—poin tambahan yang membuat cowok itu terlihat unggul dibandingkan, euh, mantan-mantan Dev sebelumnya. – (hlm. 221) Guilty Pleasure alias GePe adalah novel seri #jboyfriend ke-5 (kalau nggak salah lho ya—setelah Pillow Talk, Good Fight, With You, dan All You Can Eat). Tetapi kalau untuk saya sendiri, novel ini malah jadi novel seri #jboyfriend ke-9 yang saya baca. To be honest, novel GePe masih kalah keren dengan seri #jboyfriend yang lain. Mungkin karena saya sudah baca duluan karya-karyanya Bang Ino yang lumayan baru-baru ini (setelah GePe) dan tentunya sudah lebih berkembang dan menarik daripada GePe yang terbilang udah nggak baru lagi. Bukannya nggak bagus, tapi yang saya rasakan adalah ceritanya nggak ngasih surprise apa-apa. Kalau soal chemistry di antara tokoh-tokoh buatan Bang Ino mah nggak usah diragukan lagi deh. Nggak hanya dari sepasang sejoli antara Julien dan Dev, tapi antara Dev dengan temannya seperti Ren, Rian, serta teman-temannya yang dari TEGG juga bisa akrab dan luwes banget. Penokohan masing-masing tokoh sudah sangat melekat yaitu kematangan sikap dan pembawaan dari Julien, kemandirian sekaligus kegengsian dari Dev, dan ke-bitchy-an dari Ren. Bagi siapa pun yang mengakui bahwa dirinya penggemar setia dari karya-karya Bang Ino, novel GePe udah pasti jangan sampai dilewatkan, karena Bang Ino selalu punya ide atau cara baru dalam mengemas cerita cinta dari tokoh-tokoh rekaannya. Bagi saya, membaca novel dari Bang Ino selalu bisa jadi hiburan yang menarik meski ceritanya cukup panjang dan dengan jumlah halaman yang tebal-tebal, tetapi saya tetap nyaman menikmatinya. :) Review selengkapnya bisa dibaca di sini https://murniaya.wordpress.com/2017/0...

  7. 5 out of 5

    Tachi Chyn

    sebelumnya gue mau minta maaf kalo terlalu berlebihan atau gimana nantinyaa... gue emang udah 17, udah punya ktp tapi bukan berarti bisa baca begini, sedikit curhat, gue belinya online jadi gatau kalo ada lebel "novel dewasa" di bagian barcode-nya. tadinya gue pikir okelah gapapa gue emang lagi pengen bacaan yg sedikit berat. bosen baca yg anak sma mulu. tapi pas baca beberapa bab awal duh! kenapa bahasanya begini? hmmm gue setuju sama review yg ngebahas tentang bahasa di novel ini. dan... emang b sebelumnya gue mau minta maaf kalo terlalu berlebihan atau gimana nantinyaa... gue emang udah 17, udah punya ktp tapi bukan berarti bisa baca begini, sedikit curhat, gue belinya online jadi gatau kalo ada lebel "novel dewasa" di bagian barcode-nya. tadinya gue pikir okelah gapapa gue emang lagi pengen bacaan yg sedikit berat. bosen baca yg anak sma mulu. tapi pas baca beberapa bab awal duh! kenapa bahasanya begini? hmmm gue setuju sama review yg ngebahas tentang bahasa di novel ini. dan... emang bukan selera sih baca yg begini, ga bisa gue selesain. ternyata terlalu dewasa buat gue. harusnya gue udah bisa nilai dari covernya, huh lain kali gue harus lebih cermat apalagi gue lebih suka beli online. maaf sekali hanya bisa memberi satu bintang. lagi2 ini soal selera..

  8. 5 out of 5

    Rossa Imaniar

    “Berhentilah mencari laki-laki untuk membuatmu bahagia. Mulailah menjadi perempuan bahagia yang dicari laki-laki.” • “Orang-orang yang jatuh cinta sering lupa, bahagia yang mereka alami sekarang sepadan dengan rasa sakit saat berpisah kelak.” • “Memaafkan bukan berarti lantas mengubah masa lalu. Memaafkan artinya kamu punya kesempatan untuk memperbaiki masa depan.” Ini kedua kalinya aku baca novel Babang Chris. Ceritanya cukup menarik. Tipe bacaan ringan yang bisa kalian nikmati kapan pun kalian mau. “Berhentilah mencari laki-laki untuk membuatmu bahagia. Mulailah menjadi perempuan bahagia yang dicari laki-laki.” • “Orang-orang yang jatuh cinta sering lupa, bahagia yang mereka alami sekarang sepadan dengan rasa sakit saat berpisah kelak.” • “Memaafkan bukan berarti lantas mengubah masa lalu. Memaafkan artinya kamu punya kesempatan untuk memperbaiki masa depan.” Ini kedua kalinya aku baca novel Babang Chris. Ceritanya cukup menarik. Tipe bacaan ringan yang bisa kalian nikmati kapan pun kalian mau. Hanya saja, novel ini cuma bisa dinikmati orang dewasa. Jadi, buat kalian yang masih EI-BI-JI jangan coba-coba baca novel ini...!!!! Nunggu kalian cukup umur dulu ya... Kalo udah 21 tahun, baru dech kalian boleh baca.. 😁😁 ‘Guilty Pleasure’ bercerita tentang Devika yang notabene adalah seorang artis, dan juga Julien yang berprofesi sebagai CEO. Mereka pertama kali bertemu karena sebuah insiden kecelakaan. Iya... Karena kecerobohan Dev, mobil yang Dev kendarai.. menabrak mobil milik Julien. Dari peristiwa itu lah, mereka akhirnya menjadi dekat dan... jatuh cinta. Walau usia Dev terpaut sangat jauh dengan Julien, tidak menjadi masalah bagi Dev. Namun, sayangnya Dev dibuat ragu oleh Julien. Julien masih belum benar-benar melupakan seseorang yang pernah hadir di masa lalunya. Akan kah Dev mempercayakan masa depannya di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya? Apa kah Julien akhirnya berdamai dengan masa lalunya demi untuk meyakinkan Dev? Penasaran???? Kalian pingin tahu kisah Devika dan Julien selanjutnya?? Kuy lah... Cari tahu sendiri jawabannya di novel ‘Guilty Pleasure’ karya Babang Chris ini... 😊 Okayyy... Selamat membaca dan selamat jatuh cinta... 🤗

  9. 5 out of 5

    Delisa sahim

    Gue masih tetap suka jethro, hahaha.. Tapi kalau adegan nananina masih suka All You Can Eat. Walapun di sini nananina ada di kamar ala bollywood dan di jerami. Oh, terutama adegan yang strawberry membuat panas juga tetapi gue lebih suka sebelumnya. Menurut gue ini kurang panas. Huahahhaha *Ditabok* Apalagi di jerami, berasa gue baca harlequien. Cerita tentang tidak bisa meninggalkan cinta lama membuat temen gue yang cowo akhirnya menyukai tulisan bang chris terlebih pas gue kasih novel ini plus tand Gue masih tetap suka jethro, hahaha.. Tapi kalau adegan nananina masih suka All You Can Eat. Walapun di sini nananina ada di kamar ala bollywood dan di jerami. Oh, terutama adegan yang strawberry membuat panas juga tetapi gue lebih suka sebelumnya. Menurut gue ini kurang panas. Huahahhaha *Ditabok* Apalagi di jerami, berasa gue baca harlequien. Cerita tentang tidak bisa meninggalkan cinta lama membuat temen gue yang cowo akhirnya menyukai tulisan bang chris terlebih pas gue kasih novel ini plus tanda tangan abang. Dia bahagia banget boo... sampai-sampai mau mengkoleksi semua novel bang chris. Akhirnya ada juga manusia yang bisa gue racunin bacaan ini. Hahahaha cxukup sampai di sini cerita tentang komentator ala gaje delisa. Terima Kasih :D

  10. 4 out of 5

    Mich

    What the crap was that. What the heck is 'dese' or 'e bi ji' or 'bitidubs' What the crap was that. What the heck is 'dese' or 'e bi ji' or 'bitidubs'

  11. 5 out of 5

    Delviy Jacob

    I was a little disappointed because my first reading on this year was not good. I just got a flat reading experience. Entahlah, saya merasa kurang menikmati buku kak Christian Simamora yang satu ini. And yap, i'm not so into it. Aku sama sekali tidak ikut merasakan emosi yang dirasakan para tokoh. Plotnya juga terasa biasa aja dan terkesan dipaksakan dan semua kebetulan terasa tidak alami. Begitupun dengan karakter tokoh, buatku tidak ada yang spesial dari seorang Julies yang bisa membekas di hat I was a little disappointed because my first reading on this year was not good. I just got a flat reading experience. Entahlah, saya merasa kurang menikmati buku kak Christian Simamora yang satu ini. And yap, i'm not so into it. Aku sama sekali tidak ikut merasakan emosi yang dirasakan para tokoh. Plotnya juga terasa biasa aja dan terkesan dipaksakan dan semua kebetulan terasa tidak alami. Begitupun dengan karakter tokoh, buatku tidak ada yang spesial dari seorang Julies yang bisa membekas di hati. Sayang aja sih dengan imeg dia yang waw banget itu, karakter seorang lelaki kaya,mandiri, dan mempunyai masa lalu yang pahit.. kurang kental rasanya. Devika pun demikian. Aku malah merasa, dunia teman-teman Devika yg not straight ini yg berasa agak sedikit ditonjolkan. That why, I took a very long time to finish this book.

  12. 5 out of 5

    Dessya Natascha

    sempat setahun berhenti baca ini, karena ga tau, barangkali ga nemu feelnya. kaya garing aja di awal. terus dibaca lagi ketika PMS, and i was craving for some chicklit romance. LOL. yah B aja sih, mayan buat seru-seruan, selingan kalo abis baca Karen Armstrong. tapi yg terasa adalah, i guess im no longer hopeless romantic. hahahahahhah. dulu kayanya setiap abis baca novel roman ala ala selalu kepikiran, “duh kapan sih dapet yg kaya gini, duh pengen ini, pengen itu, duh halu sama mas tokoh utama, sempat setahun berhenti baca ini, karena ga tau, barangkali ga nemu feelnya. kaya garing aja di awal. terus dibaca lagi ketika PMS, and i was craving for some chicklit romance. LOL. yah B aja sih, mayan buat seru-seruan, selingan kalo abis baca Karen Armstrong. tapi yg terasa adalah, i guess im no longer hopeless romantic. hahahahahhah. dulu kayanya setiap abis baca novel roman ala ala selalu kepikiran, “duh kapan sih dapet yg kaya gini, duh pengen ini, pengen itu, duh halu sama mas tokoh utama, lalala~” dan sambat sambat lainnya tapi skrg kayanya biasa aja. kenapa? bcs my partner treats me the way all those fictional guy treat their woman, and maybe bcs my reality way more beautiful than the fictions. LOL. #lahmalahcurcol #kisahsukses #suksesberhentihalusamatokohfiksi

  13. 5 out of 5

    Yovano N.

    Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2014/... Seperti yang disebutkan di sinopsis, kisah dimulai dengan adegan tabrakan antara Devika (artis FTV yang terkenal dengan peran-peran antagonisnya) dan Julien Ang (pengusaha sukses). Dev sedang sibuk dengan kopinya ketika tanpa sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil mahal milik Julien. Julien pun meminta ganti rugi—ia sama sekali tak terpengaruh oleh adegan menangis yang ditampilkan oleh Dev. Bisa dibilang, awal pertemuan mereka tida Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2014/... Seperti yang disebutkan di sinopsis, kisah dimulai dengan adegan tabrakan antara Devika (artis FTV yang terkenal dengan peran-peran antagonisnya) dan Julien Ang (pengusaha sukses). Dev sedang sibuk dengan kopinya ketika tanpa sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil mahal milik Julien. Julien pun meminta ganti rugi—ia sama sekali tak terpengaruh oleh adegan menangis yang ditampilkan oleh Dev. Bisa dibilang, awal pertemuan mereka tidak mengenakkan. Namun ketika mereka bertemu lagi di bengkel tempat mobil Julien diperbaiki, keduanya merasa nyaman, bahkan terlibat obrolan seru. Kesan buruk saat pertemuan pertama pun terhapus sudah. Kemudian, mereka berpisah dan tak lagi saling menghubungi satu sama lain. Empat bulan kemudian, Dev secara tak terduga bertemu lagi dengan Julien di acara syukuran label baru milik seorang desainer ternama, Pamela Ang. Di saat yang sama Dev juga bertemu dengan mantan kekasihnya yang bernama Heze. Masih sakit hati dengan Heze yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak, Dev berlari meninggalkan ruangan. Saat itulah Julien mencari Dev dan mencoba memberi penghiburan kepada cewek itu. Dan sejak saat itu, keduanya saling menyadari bahwa ada sesuatu yang spesial di antara mereka. Isi novel ini memang benar-benar sesuai labelnya: novel dewasa. Seiring perkembangan cerita, pembaca akan disuguhi oleh berbagai adegan kipas antara Dev dan Julien, dengan melibatkan selai stroberi dan es krim. Penasaran nggak, seperti apa adegannya? :D Untuk pembaca yang masih di bawah umur, sebaiknya jangan membaca buku ini ya. Atau, baca saja tapi jangan sampai ketahuan Papa-Mama, oke? #reviewersesat Konflik di novel ini tidak terlalu rumit. Julien pernah mengalami kepedihan di masa lalu. Miranda, calon isterinya, mengalami kecelakaan sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Kecelakaan itu mengakibatkan Miranda mengalami koma selama empat tahun, sebelum akhirnya meninggal. Julien belum benar-benar bisa melupakan Miranda, meski saat ini ia tengah menjalin hubungan dengan Dev. Setelah beberapa kali Julien mengunjungi Dev, Dev sadar kalau ternyata ia belum pernah sekalipun mengunjungi kediaman Julien. Setiap kali ia meminta untuk berkunjung ke tempat Julien, ada saja alasan Julien untuk menolak. Ada apa gerangan? Well, semua terjawab ketika Dev diam-diam mendatangi rumah pria itu saat pria itu sedang sakit. Dev bermaksud memberi kejutan manis. Namun apa yang Dev saksikan kemudian benar-benar membuat cewek itu sakit hati. Guilty Pleasure sedikit banyak mengingatkan kita pada buku Christian Simamora sebelumnya yang berjudul All You Can Eat yang juga mengangkat isu age gap. Namun bila di AYCE masalah itu menjadi konflik utama, di Guilty Pleasure isu tersebut tidak terlalu dipermasalahkan. Usia Julien yang sudah empat puluh tak membuat pria itu lantas terlihat tua. Memang sih rambutnya ubanan (digambarkan oleh penulis sebagai rambut "garam dan merica"), namun jauh dari kesan uzur (malah hawt bingits, kurang lebih kayak Richard Gere di film Pretty Woman), membuat kedua pasangan tersebut terlihat cukup normal. Agar pembaca tidak bosan dengan dengan kisah Dev dan Julien, penulis menghadirkan tokoh-tokoh selingan yang cukup menghibur, misalnya Ren (manajer Dev) dan geng gay-nya. Bisa dibilang, hampir separuh novel ini menceritakan teman-teman Dev, aktivitas mereka di klab gay lengkap dengan berbagai istilah unik yang sering mereka gunakan (vah-jay-jay, misalnya). Tampaknya riset yang dilakukan penulis tidak main-main, hehe. Gaya menulis Chirstian Simamora yang ceplas-ceplos, witty, dan gemar menggunakan bahasa campur aduk (Inggris dan Indonesia) masih bisa ditemui di novel ini. Beberapa pembaca mungkin kurang cocok dengan gaya menulisnya, namun saya termasuk di antara pembaca yang menyukai gayanya tersebut. Malah, gaya bahasanya yang khas inilah yang membuat saya betah membaca karya-karyanya. Saking asyiknya menikmati novel ini, ketebalannya yang mencapai 410 halaman pun terasa kurang bagi saya. (Next time bikin novelnya lebih tebel lagi ya, Bang!) Hal yang sedikit mengganggu bagi saya adalah adanya beberapa pengulangan dalam novel ini. Pertama, deskripsi rambut “garam dan merica” terlalu sering diulang, padahal pembaca sudah tahu tanpa perlu sering-sering diingatkan. Kedua, deskripsi fisik Dev dan Julien yang seksi, hot, menarik, tampan, cantik, dan sejenisnya, juga teramat sering diulang. Jadinya kayak makan Dunkin’ Donuts: kemanisan. Dan konflik dalam novel ini bisa dikatakan terlalu simpel (jika dibandingkan dengan novel karya Bang Chris yang lain), sehingga bagi saya novel ini terasa sedikit datar. Meski demikian, di tangan penulis yang lain belum tentu konflik yang sama dapat diolah menjadi semenarik yang dilakukan Christian Simamora. :D Secara keseluruhan, novel ini mengobati kerinduan saya terhadap novel romance lokal dengan gaya bercerita yang penuh humor. Saya sangat merekomendasikan novel ini bagi semua pembaca yang menyukai novel romance dan tidak merasa keberatan dengan adegan-adegan kipas. Ditambah lagi, cover-nya yang kece badai membuat novel ini nggak malu-maluin dipajang di rak buku. :)

  14. 4 out of 5

    Sulis Peri Hutan

    review di http://kubikelromance.blogspot.com/20... Karena terburu-buru menghadiri sebuah launching serta kecerobohannya waktu menyetir sambil minum kopi, Devika Kirnandita, yang mempunyai sebutan 'TV Bitch', artis yang kerap membintangi peran antagonis, licik dan manipulatif ini tidak sengaja menabrak mobil di depannya. Mobil tersebut milik CEO sebuah perusahaan buah-buahan, Julien Uriel Thaddeus Ang. Karena tersudut, Devika mengeluarkan kemampuannya dalam berakting, yaitu pura-pura menangis agar review di http://kubikelromance.blogspot.com/20... Karena terburu-buru menghadiri sebuah launching serta kecerobohannya waktu menyetir sambil minum kopi, Devika Kirnandita, yang mempunyai sebutan 'TV Bitch', artis yang kerap membintangi peran antagonis, licik dan manipulatif ini tidak sengaja menabrak mobil di depannya. Mobil tersebut milik CEO sebuah perusahaan buah-buahan, Julien Uriel Thaddeus Ang. Karena tersudut, Devika mengeluarkan kemampuannya dalam berakting, yaitu pura-pura menangis agar dikasihani. Tidak tahan melihat wanita menangis, Julien pun meredam kekesalannya dan menyodorkan kartu nama agar Devika menghubunginya dan bertanggung jawab atas kerusakan mobilnya. Bukannya tidak mau bertanggung jawab, Devika sebal dengan lelaki tampan tersebut karena kesannya memaksa, terlebih dia harus ikut serta ke bengkel. Tetapi, ketika mereka mengobrol di sela-sela perbaikan mobil, makan bersama di dekat bengkel, muncul kecocokan dan ketertarikan satu sama lain. Sayangnya setelah itu mereka tidak pernah bertemu lagi. Empat bulan kemudian mereka bertemu di sebuah pesta milik saudara Julien, pertemuan yang tidak mengenakkan, khususnya untuk Devika. Di sana dia bertemu mantan pacarnya, setelah susah payah move on karena lima tahun hubungan mereka yang dalam sekejap kandas, sekarang sang pacar mempunyai pasangan baru, sakit hati yang baru sembuh langsung lukanya terbuka lagi. Devika serta merta langsung menghindar dan menangis, yang ternyata diikuti Julien. Karena peduli, sesimple itu alasan Julien untuk menghibur Devika. Setelah itu hubungan mereka berkembang lebih jauh, mereka berpacaran tetapi ada penghalang hubungan mereka, masa lalu. Julien mempunyai mendiang tunangan yang bernama Miranda. Bertahun-tahun dia hidup dengan kenangannya sampai bertemu dengan Devika. Devika menginggatkannya akan Miranda, pesona yang tidak terdapat pada perempuan lain, yang mampu membuatnya jatuh cinta tapi dia ragu apakah harus selalu menengok kebelakang atau terus maju? Konflik dimulai ketika Devika menemukan alasan kenapa Julien tidak pernah mengajaknya ke rumah atau menginap di sana, Devika cemburu dan Julien harus memilih, masa lalu atau masa depan? Mendiamkan masalah malah justru memunculkan masalah baru. Terkadang kita harus berani berkorban besar demi mendapatkan hal terb aik yang kita inginkan dalam hidup. Premis utama cerita cinta ini adalah jatuh cinta dengan lelaki yang umurnya jauh lebih tua dimana belum bisa berdamai dengan masa lalunya. Tentunya sudah nggak asing lagi premis tersebut, tetapi di tangan Christian Simamora ceritanya jadi menarik dan asik. Tokoh lelakinya masih sama dengan J Boyfriend (nama tokoh lelakinya berawalan huruf J, bisa dibilang tidak berseri tetapi mempunyai benang merah) lainnya dengan ciri; sangat tampan, punya body oke dan kaya raya. Kali ini sang tokoh lelaki dipasangkan dengan perempuan yang mempunyai profesi sebagai artis antagonis, menarik bukan dengan pilihan profesi para tokoh di buku ini? Satunya pedagang buah satunya lagi sering pura-pura sadis :p. Dari segi konflik tentu bisa ditebak arahnya kemana, bukan akhirnya yang terpenting tetapi perjalanan hubungan mereka, itu yang harus dinikmati sendiri oleh pembaca. Yang lebih menarik lagi, saya ngikik-ngikik sendiri dengan judul film atau FTV yang pernah dimainkan Devika, misalnya saja; Dendam Kesumat Kakak Ipar; Cinta Datang Menghampiri, Istriku Malah Hidup Kembali; Dirajam Rindu; Setiaku Dibalas dengan Anak Haram; Kasihnya Seperti Sungai. Muahahahaha, idenya darimana sih kok bisa aja dapat judul segokil itu? Selain premis cerita yang pasaran, berbagai adegan klise (seperti tabrakan, bulan madu ke Paris karena kota paling romantis, muncul pacar lama terus manas-manasin dengan gandengan baru), sampai adegan ala novel harlequin mewarnai buku ini, dan saya tetap suka. Sudah pernah saya bilang sebelumnya, novel karya Christian Simamora tercipta untuk yang menginginkan bacaan romantis, ringan, dan sedikit hot happy ending. Kalau untuk cover, saya paling suka dengan cover Guilty Pleasure ini, kalau untuk J Boyfriend saya suka Jermaine :p. Seperti biasa, selain covernya yang minta dipeluk, di akhir bagian buku ini ada fun games buat seru-seruan. Ditunggu nih karya Christian Simamora selanjutnya, bisa request nggak? Kalau bisa tulis premis cerita yang pasaran lainnya seperti si kaya dan si miskin atau ala Romeo and Juliet tapi versi happy ending, hehehehehehe. Untuk benci jadi cinta sudah dinikmati lewat Good Fight (review coming soooooon). Oh ya, adegan hotnya saya kasih tiga kipas, sedangkan ceritanya.... 4 sayap untuk si pedagang buah :p

  15. 5 out of 5

    Sophie Ken

    well, awalnya gue tertarik beli buku ini karena ini christian simamora gitu yang nulis. hehe. awalnya sih semangat banget pas baca buku ini, christian simamora gitu loh. Coverya ituu loh menggoda banget! :D *kipas-kipas*. gue sampe bela-belain ikutan PO salah satu online shop di twitter dan menunggu dengan sabar. plus gue dapet tanda tangan dari abang chris langsung! cowok gue malah yang bayar, hehe. makasih dear *hug* dan gue baca empat novel bang chris berturut-turu *bangga*. hampir semua kecua well, awalnya gue tertarik beli buku ini karena ini christian simamora gitu yang nulis. hehe. awalnya sih semangat banget pas baca buku ini, christian simamora gitu loh. Coverya ituu loh menggoda banget! :D *kipas-kipas*. gue sampe bela-belain ikutan PO salah satu online shop di twitter dan menunggu dengan sabar. plus gue dapet tanda tangan dari abang chris langsung! cowok gue malah yang bayar, hehe. makasih dear *hug* dan gue baca empat novel bang chris berturut-turu *bangga*. hampir semua kecuali with you yang masuk gagas duet karena gue ogah baca cerita tipis *sok* dan novel ini salah satu yag ikin gue tertarik karena tebalnya yang hmmm lumayan muasin. dan dari pengalaman gue baca novel abang ini walaupun tebelnya sekitar 400an halaman nggak gue nggak pernah bosen atau stuck pas baca karya dia. :) awalnya sih terpukau banget sama sosok yang namanya Julien, secara manly banget dan blasteran prancis iya PERANCIS gue suka banget sama cowok blasteran :D dan awal pertemuan mereka tuh sweet, tapi begitu tau si Julien umurnya 40an what? ya 40an! langsung nggak minat sumpah, ga tau apa gara2 gue nggak suka cowok tuwir plus om om gitu lebih asik sama yang mudaan lah *alah* sorry bang chris :( oh ya, panggilannya Julien itu loh kenapa harus Jules sih? kesannya melambai gitu *sorry bang chris* ;( tapi seriusan nggak tau kenapa baca novel ini rasanya beraaat bangettt menurut gue sih terlalu banyak tokoh yang diceritain dan yang bikin tambah berat terlalu banyak sudut pandang kadang malah jadi bingung sendiri. oh ya di novel ini ter-la-lu detail banget tetang gaya hidup *sorry* kaum gay. bukannya apa2 tapi ini kan ceritanya tentang devika dan Julien, ya walaupun yang gay teman-teman plus managernya si Devika tapi terlalu lebar deh persoalan yang diangkat disini. sampe detail soal klub gay, gaya hidup mereka dll lah. kadang jadi jengah sendiri pas baca. emang sih bukan pertama kalinya bang chris nyelipin soal gay ya secara itu emnag kenyataan yang ada tapi menurut gue pribadi yang dibahas soal kaum ini detail pake banget. Plus Devika itu untuk ukuran artis manja banget dan kelewat ceroboh walaupun di ceritain kalo si Devika jago banget aktingnya. dan keluarga Julien itu too much soal gaya hidup well, walaupun emang keluarga mereka kaya banget sih. yang bikin rada ganjel kenapa si Julien nggak bisa move on dari mantannya Miranda kalo cuma terbanyang-bayang sih oke-oke aja tapi ini Julien freak banget soal Miranda. Julien malah terkesan memuja banget Miranda padahal diawal dia bilag ngerasa klop banget sama Devika. devika juga begitu bilang nggak bisa move on tapi cepet banget flirt ke Julien --" dan segampang itu juga langsung mau balikan sama mantannya pas putus dari Julien. aduh kok gue ngomong yang jelek-jelek mulu ya. oke saatnya memuji novel ini. nggak usahlah ya gue bahas soal bercerita bang chris semua udah tau kan kalo bang chris punya gaya cerita yang baik dan enak banget kayak didongengin aja kereeen bangeettt. hehe. dan ide paperdollnya itu briliant! :D gue suka banget paperdollnya abang satu ini ngingetin sama masa lalu. karakter Julian sebagai CEO bangus banget kuat banget auranya tapi masih keren Jandro menurut gue (if you know what i mean, and if you had read him last book) *kedip genit* hehe. masih jatuh cinta sama jandro sih gue. gue juga pengen memuji karakter Devika yang rendah hati, kalem pokonya berlawanan sama perannya disinetron-sinetron. dan waktu si Devika ketangkep kamera pas jalan sama Julien dan tersenyum bahagia gue jadi bisa tahu gimana bahagianya saat menemukan orang yang kita rasa tepat. gue juga pengen memuji kerja keras bang chris buat nulis novel ini walaupun ditulis dalam waktu singkat tapi si abang bener-bener total, sampe nyari info sedalem-dalemnya biar karakter Julien ini meyakinkan. :* muaach bang well, pokonya kalian harus baca sendiri novel ini gue nggak akan ngasih tau endingnya. kan nggak seru kalo kalian ngak baca sendiri. jujur selesai baca novel ini gue bener-bener ngerasa Guilty and Pleasure bersamaan. :) well, selamat menikmati :*

  16. 4 out of 5

    Meliana

    Di saat buru-buru karena sudah terlambat, Devika malah menabrak sebuah mobil mewah yang membuat si pemilik mobil itu marah. Di tengah kepanikan, satu-satunya jalan agar bisa selamat dari kemarahan pria pemilik mobil yang sudah ditabraknya itu adalah, pura-pura menangis. Ya, hal tersebut tidak susah dilakukan mengingat adalah Devika adalah artis yang terkenal dengan sebutan TV Bitch, dimana peran yang dia mainkan selalu antagonis. Julien Ang, pengusaha sukses berusia 40 tahun itu tidak bisa meliha Di saat buru-buru karena sudah terlambat, Devika malah menabrak sebuah mobil mewah yang membuat si pemilik mobil itu marah. Di tengah kepanikan, satu-satunya jalan agar bisa selamat dari kemarahan pria pemilik mobil yang sudah ditabraknya itu adalah, pura-pura menangis. Ya, hal tersebut tidak susah dilakukan mengingat adalah Devika adalah artis yang terkenal dengan sebutan TV Bitch, dimana peran yang dia mainkan selalu antagonis. Julien Ang, pengusaha sukses berusia 40 tahun itu tidak bisa melihat wanita yang tengah menangis di hadapannya dan akhirnya mau tak mau melunak dan memaafkan kesalahan wanita yang menabrak mobilnya. Saat mengetahui sebenarnya Devika ternyata sedang berakting, Julien tidak kesal dan malah tertarik untuk mengenal Devika lebih lagi. Devika yang cantik dan memerankan berbagai tokoh antagonis rupanya tidak setangguh dan setegar penampilannya. Julien mengetahui bahwa Devika memiliki hati yang begitu rapuh karena pengkhianatan mantan kekasihnya. Julien menawarkan sebuah pertemanan kepada Devika, pertemanan yang membawa Devika dan Julien ke tingkat yang lebih jauh. Tapi di saat Devika sudah mulai membuka hatinya untuk Julien, Devika harus menghadapi kenyataan bahwa Julien rupanya masih berada di bawah bayang-bayang tunangannya yang sudah meninggal. -- Buku ini adalah buku pertama Christian Simamora yang aku baca. Nama Cristian Simamora memang sudah nggak asing lagi sebagai penulis novel Indonesia yang kini aliran menulisnya lebih fokus ke conteporare dan membidik pasar dewasa. Sebenarnya beberapa karya serial J Boyfriend ChrisMor ini, sudah melejit banget di sosial media, seperti Good Fight, Pillow Talk, dan AYCE. Tapi saya belum pernah membaca ketiganya. Hahahaha. Dan saya memulainya dengan membaca buku Guilty Pleasure, judul yang begitu menggelitik saya penasaran, kepingin buat baca ceritanya. Selain karena judulnya yang, hmm menggoda batin, aku membeli buku ini karena tertarik dengan covernya, bahkan belum membaca sinopsis dibelakang buku ataupun membaca review teman-teman di GR. Jarang novel Indonesia yang covernya cukup menggoda iman begini. Hahahahaha.. Lanjut ke ceritanya, alur plotnya sebenarnya simpel dan cukup pendek, tapi terkesan di cut dimana-mana. Sebenernya saya sudah antisipasi mengenai cerita 'dewasa' yang bakal disuguhkan, karena memang budaya ketimuran yang dimiliki negara kita tidak bisa novel ini seperti novel-novel contemporare barat. Tapi saya salut, bang Chrismor bisa menuangkannya dengan porsi yang cukup, hadeh aku ngomong apa sih ini. Oia, tambahan, pertama kali yang ada di bayanganku ketika membaca sosok Julien, yang muncul adalah Daniel Craig si James Bond 007. Sosok om-om macho. Wkwkwkwk. So far, aku cukup senang bisa membaca karya ChrisMor yang satu ini, yang kata banyak orang tidak sebagus karya terdahulu, tapi oke lah, masih bisa membuat saya senyum-senyum sendiri, kadang bikin saya mlungker-mlungker gak jelas di atas kasur. Saya tidak akan berhenti di satu karya bang ChrisMor ini, dan akan berusaha melengkapi JBoyfriend yang lain. Promise. ^^

  17. 5 out of 5

    Yuli Pritania

    Hmm... okeh, pertama mau bahas cover dulu. It's such a hottie... Really love it! Tapi langsung kecele abis liat paperdoll-nya. Owh, God, ada apa dengan pria dan bulu2 mereka? Saya nggak suka cowok berbulu >.< Tapi okelah, itu g mengurungkan niat saya untuk membaca. Okay, Julien Ang in his forties. Yeah, selama ini, pria2 yang saya suka kebanyakan emang umur segitu, di usia matang mereka, dengan sex appeal yang menggila, jadi nggak susah buat membayangkan Julien (minus bulu2nya, ya!) Dan... Devika Hmm... okeh, pertama mau bahas cover dulu. It's such a hottie... Really love it! Tapi langsung kecele abis liat paperdoll-nya. Owh, God, ada apa dengan pria dan bulu2 mereka? Saya nggak suka cowok berbulu >.< Tapi okelah, itu g mengurungkan niat saya untuk membaca. Okay, Julien Ang in his forties. Yeah, selama ini, pria2 yang saya suka kebanyakan emang umur segitu, di usia matang mereka, dengan sex appeal yang menggila, jadi nggak susah buat membayangkan Julien (minus bulu2nya, ya!) Dan... Devika dengan judul-judul FTV-nya yang sumpah bikin saya merinding disco. Ugh, saya bener2 nggak suka apa pun yang berhubungan dengan sinetron Indonesia. Dan maaf, saya keselek pas Julien minta dipanggil Jules. Dia yg super manly gitu... tiba2 dipanggil Jules??? Itu nurunin kadar keren dia sampai 60%!!! Mn tontonannya gosip ama sinetron lg (atau FTV, ya?). Dan jujur aja, adegan pas dia berantem ama waitress itu, yang seharusnya jatuhnya keren, tp malah bikin saya frown. Saya ampe curling my finger deh selama baca. Saya nggak ada komplain ama adegan2 nyerempet2nya yang kali ini rasa2nya jauh lebih parah dr novel2 sebelumnya, karena Mas Chris emang paling jago di bagian itu. Tapi kayaknya ada kesalahan yang menurut saya nggak perlu terjadi. Di halaman 107 tertulis, "Dev punya banyak alasan untuk menepikan Heze dari perhatiannya. Satu, cowok itu lebih pendek beberapa sentimeter daripada dirinya." Nah, si Heze jelas2 pendek, kan? Dan mustahil dia bisa bertambah tinggi karena kayaknya dia udah lewat masa pertumbuhan. Tapi kenapa di hlmn 353 tertulis, "Karena perbedaan tinggi, Dev sampai harus mendongakkan kepala demi melihat senyuman cowok itu tersenyum di bawah penerangan fluorescent lampu di belakangnya." Okeh, jd kenapa si Heze tiba2 menjulang begitu???? Dan di kalimat yang sama juga terjadi pengulangan yg g penting. Seharusnya cukup pake kata 'tersenyum' aja, atau 'senyuman cowok itu' aja. Ada juga kalimat lain yang sama nasibnya dengan ini. Saya nggak inget di halaman berapa, tapi dalam satu kalimat, terjadi dua kali pengulangan kata juga, yang jelas2 mubazir. Dan beda ama novel2 Mas Chris sebelumnya yang dialog2nya masih bisa saya tolerir, kalo yang ini I have to say no.... Bnyk dialog yang terlalu lame, cliche, cheesy, dan maaf, beberapa malah jatuhnya norak, apalagi udah menuju part2 akhir pas si Julien lg berusaha balikan ama Dev. Mungkin ini masalah selera aja sih ya. No offense. Ceritanya sendiri, yang walaupun mainstream, tapi not bad-lah. Soalnya J-Boyfriend series ini ceritanya pada satu tipe semua ya. Saya masih suka karakter cowoknya, yg jelas bikin neguk ludah. Tapi emg di novel yang ini, terdapat bnyk kelemahan-kelemahan yang membuat saya hanya bisa memberi bintang dua. Tapi tetep, sukses selalu buat Mas Chris dan karya2nya. Saya pasti selalu nunggu. Hehe....

  18. 5 out of 5

    Stefany Gandasubrata

    Seperti sebuah tradisi, setiap pertengahan tahun, saya dan seluruh penggemar novel young-adult lokal lainnya selalu di'teror' dengan kehadiran novel barunya Kak Christian Simamora. Bahkan tidak tanggung-tanggung, tahun ini Kak Christian meluncurkan dua novel sekaligus dalam waktu beberapa minggu saja. Hal ini merupakan siksaan tersendiri bagi saya, mengingat bulan-bulan tersebut adalah puncak kegiatan perkuliahan yang 'kejar tayang' akibat Ujian Akhir Semester yang semakin dekat dan dosen yang s Seperti sebuah tradisi, setiap pertengahan tahun, saya dan seluruh penggemar novel young-adult lokal lainnya selalu di'teror' dengan kehadiran novel barunya Kak Christian Simamora. Bahkan tidak tanggung-tanggung, tahun ini Kak Christian meluncurkan dua novel sekaligus dalam waktu beberapa minggu saja. Hal ini merupakan siksaan tersendiri bagi saya, mengingat bulan-bulan tersebut adalah puncak kegiatan perkuliahan yang 'kejar tayang' akibat Ujian Akhir Semester yang semakin dekat dan dosen yang semakin keranjingan menagih tugas. Jadi, dengan berat hati, saya menunda niat saya untuk membeli novel ini dan yang satunya lagi sampai ujian benar-benar selesai. Rasa penasaran saya pun hanya bisa dipuaskan oleh berbagai review dari situs ini, yang sebagian besar membanding-bandingkan karya kesebelas Kak Christian ini dengan yang sebelumnya, All You Can Eat, yang katanya, lebih bagus dari karyanya kali ini. Hal ini membuat ekspektasi saya menurun beberapa tingkat. Ditambah lagi, setelah mengetahui bahwa novel ini diselesaikan dalam kurun waktu tiga bulan saja, which is super-duper fast (or too fast?), saya tidak berharap banyak dari novel ini. Jadi, apakah prasangka saya benar-benar terbukti? Berkisah tentang kehidupan simple yet glamorous dari Devika, seorang aktris yang dijuluki si TV Bitch karena tampang judesnya saat memainkan peran antagonis spesialisasinya, yang kemudian bertemu dengan a hot-fortysomething-years-old businessman, Julien, melalui skenario terklise yang bisa kamu baca sendiri di sinopsis buku ini: tabrakan. Kelanjutannya, seperti yang sudah bisa ditebak, keduanya saling jatuh cinta dan menjalani hot relationship phases, which is really really hot, you need a caution before reading it. And by hot, saya rasa the hottest of all hot scenes yang pernah dibuat oleh Kak Christian Simamora bisa kamu temukan dalam novel ini (hint: at a ranch *wink*). Namun, saya sempat mengerutkan dahi saat kehidupan BFF Dev yang mayoritas adalah gay banyak diselipkan dalam novel ini. Bukannya saya sok religius, tetapi saya menganggap itu terlalu detail untuk dibahas dalam novel bergenre percintaan straight seperti ini. Selebihnya, saya merasa humor-humor yang ada dalam novel ini tetap lucu dan sukses membuat saya terkikik-kikik karenanya. Juga feel yang disuguhkan pada sad part-nya tetap berkualitas (in fact, I found myself been carried away by the story and even cried). Terbukti, waktu penulisan yang cepat tidak mengurangi keasyikan karya Kak Christian dan justru sebaliknya, I'm a happy reader karena penulis favorit saya selalu rajin menerbitkan karya baru :-D

  19. 5 out of 5

    Rose Gold Unicorn

    Ini buku ke-11 karya Christian Simamora. Entah ekspresi apalagi yang bisa saya tunjukkan mengetahuinya. Masalahnya, Bang Chris ini produktif sekali dan tentunya karyanya nggak sekadar karya ecek-ecek. Juga nggak seperti penulis lain yang entah kenapa gemar sekali menulis kalimat-kalimat puitis di belakang sampul buku, alih-alih melakukan itu, Bang Chris malah ngasih tahu gimana awal mulanya kisah cinta terjalin di antara dua tokoh utamanya. Novel Bang Chris yang satu ini bisa disetarakan dengan n Ini buku ke-11 karya Christian Simamora. Entah ekspresi apalagi yang bisa saya tunjukkan mengetahuinya. Masalahnya, Bang Chris ini produktif sekali dan tentunya karyanya nggak sekadar karya ecek-ecek. Juga nggak seperti penulis lain yang entah kenapa gemar sekali menulis kalimat-kalimat puitis di belakang sampul buku, alih-alih melakukan itu, Bang Chris malah ngasih tahu gimana awal mulanya kisah cinta terjalin di antara dua tokoh utamanya. Novel Bang Chris yang satu ini bisa disetarakan dengan novel-novel comedy-romance impor. Bahasanya mudah dicerna sehingga meskipun buku ini tebalnya mancapai 410 halaman, dijamin nggak akan bikin pembaca bosan. Ciri khasnya yaitu selalu ada semacam polisi tidur di menjelang akhir cerita mengingatkan kita semua bahwa semanis-manisnya kisah cinta itu nggak ada yang mulus! Tokoh-tokoh utama dalam novel ini juga datang dari 'dunia yang berbeda'. Julien seorang pengusaha buah dan Devika seorang aktris sinetron spesialis pemeran antagonis (terinspirasi dari Dinda Kanya Dewi, mungkin?). Kalau dari segi konflik, tipikal romance deh ya. Ga ada sesuatu yang baru di bawah langit ini. Semua hanya gimana pintar-pintar kita menyajikannya menjadi sesuatu yang seru dan layak untuk dinikmati. Tapi aku bisa bayangkan gimana beratnya menjalani hidup sebagai Julien yang ditinggal mati pacarnya yang hampir ia nikahi. Wajar banget kalau dia merasa berat melepaskan perempuan itu. Sampai kemudian Devika hadir dalam hidupnya dan membuatnya seperti dihadapkan pada jalan yang bercabang. (Ya ampun, ngakak baca tulisan sendiri). Yang bikin aku senang adalah, Bang Chris nggak menulis dengan cara yang asal-asalan. Tetap ada riset yang harus dijalani. Hal ini terlihat kok dari banyaknya info-info mengenai dunia perbuahan dan dunia selebritas. setiap habis membaca buku ChrisMor, aku selalu merasa tambah pintar (HAHAHA) Sebab kebanyakan novel romance yang aku baca cuma berisi kisah-kisah romantis yang menye-menye tapi gak ada isi dan informasi pentingnya. Kayaknya hal ini yang bikin orang enggan malas baca buku romance. Kemudian untuk urusan NANANINA (kata Delisa), menurutku Gepe lebih HOT dibandingkan All You Can Eat. Great job, Bang! Karena itu yang selalu aku nanti-nantikan dalam setiap bukumu. Hahahaha... Adegan demi adegan dideskripsikan dengan sangat baik sampai-sampai saya ketakutan sendiri membacanya sebab langsung memunculkan imajinasi di kepala saya. Nyahaha >,< Tapi tetap, untuk keseluruhan, aku cuma kasih bintang tiga. Sebab aku pengin sesuatu yang lebih dan anti mainstream. Hm misalnya, percintaan manusia dengan dinosaurus itu lho, Bang. Gyahahaha... #dikemplang

  20. 4 out of 5

    Caca Venthine

    Salah 1 penulis local cowok favorit gue di Indonesia memang Cuma bang Ino yaa.. Selalu suka dan suka sama karya nya si babang yang 1 ini. Kali ini menceritakan Julien dan Devika. Seperti cerita2 sebelumnya, sudah dipastikan banyak adegan hot seHOT Mr. J 1 ini *elap iler* Bener memang agak klise mempertemukan Jules dan Dev ini dalam sebuah tabraka, tapi memang bener juga apa yang dibilang si babang kalo adegan inilah yang pas untuk mempertemukan mereka berdua. Jules adalah pengusaha sukses yang mem Salah 1 penulis local cowok favorit gue di Indonesia memang Cuma bang Ino yaa.. Selalu suka dan suka sama karya nya si babang yang 1 ini. Kali ini menceritakan Julien dan Devika. Seperti cerita2 sebelumnya, sudah dipastikan banyak adegan hot seHOT Mr. J 1 ini *elap iler* Bener memang agak klise mempertemukan Jules dan Dev ini dalam sebuah tabraka, tapi memang bener juga apa yang dibilang si babang kalo adegan inilah yang pas untuk mempertemukan mereka berdua. Jules adalah pengusaha sukses yang memiliki perusahaan buah2an import maupun eksport, sementara Devika adalah seorang artis. Ya walau bisa memang gk gitu terkenal tapi cukup oke juga. Jadi awal mulanya Dev nabrak mobilnya Jules, lalu Jules minta ganti rugi sama Dev. Nah dari sinilah mereka akhirnya memutuskan untuk berteman, date dan akhirnya berakhir diranjang *LOL* No no no bukan ituuu bukaannn.. Mereka pacaran itu yang bener, walau memang dipastikan tak luput dari adegan tidur bareng. Hanya saja Jules mempunyai masa lalu yang kelam. Dia punya mantan pacar bernama Miranda yang meninggal akibat kecelakaan pesawat. Walau sudah berlalu cukup lama, Jules masih belum lupain si Miranda ini, bahkan seluruh rumah Jules tuh diisi dengan sosok2 Miranda. Entah itu fotonya, lukisannya, tali BH nya, kancut emak bapak si Miranda. Oke sorry ngaco gini -___- Intinya mah yaa, walau Jules cinta sama Dev, tapi dia masih gk bisa lepas dari bayangan Miranda ini. Itulah yang bikin Dev sakit hati, karena dia ngerasa Jules mempermainkan dia. Ya intinya mah gitu yaa.. Setiap cerita mengalir seperti ingusnya si Bo. Tau kan si Bo? Itu lho temennya si Shincan yang ingusan terus. Ini kenapa jadi ngomongin si Bo sihh? *getok kepala* Selalu dan selalu suka sama kata2 yang dirangkai si babang ini. Encer dan mudah dicerna, bener2 gk berat sama sekali. Suka dengan tiap tokohnya, selalu klop aja gitu. Banyak tokoh2 pembantu yang bukan sekedar pembantu, tapi bikin hidup cerita ini. Seperti Ren, sahabat sekaligus manager Dev yang adalah seorang gay. Iya gayyy ._. Agak gimana2 gitu juga sih sebenernya. But it’s okeyy.. Yang selalu gue suka dari tulisan babang Ino adalah, gk terlalu banyak konflik atau drama yang bikin muak bacanya. Jadi ya bener2 nikmatin gitu bacanya ya. Hanya saja memang, ada beberapa bagian yang gue gak terlalu suka dan ada bosennya dikit. Kalo boleh bandingin dengan karya babang sebelumnya, AYCE, gue lebih suka AYCE sihh. Jadi gue kasih 4 bintang untuk tulisan babang yang 1 ini. Btw, gk sabar nunggu CO2 nya babang ^^

  21. 5 out of 5

    Rendi Febrian

    Pas tau bang Ino ngeluarin novel lagi (yang ternyata bulan Juni ada keluarin buku lagi juga--udah order dong di bukabuku.com #nggak ada yg nanya), gue langsung excited banget buat order beli. Dan pada tanggal 19 Mei kemarin bukunya datang, tapi pas baca bab pertama, gue langsung down pas tau ternyata cowok yg jadi pemeran utama di buku ini umurnya udah empat puluhan. Bayangan gue, cowok yang jadi pemeran di sini itu mirip sama yg kayak di cover. Namun itu semua langsung lebur saat tau pemeran cow Pas tau bang Ino ngeluarin novel lagi (yang ternyata bulan Juni ada keluarin buku lagi juga--udah order dong di bukabuku.com #nggak ada yg nanya), gue langsung excited banget buat order beli. Dan pada tanggal 19 Mei kemarin bukunya datang, tapi pas baca bab pertama, gue langsung down pas tau ternyata cowok yg jadi pemeran utama di buku ini umurnya udah empat puluhan. Bayangan gue, cowok yang jadi pemeran di sini itu mirip sama yg kayak di cover. Namun itu semua langsung lebur saat tau pemeran cowoknya ternyata rambutnya warna garam dan merica a.k.a ubanan. Yg langsung kebayang di kepala gue langsung wajah bokap #mati! Yah, akhirnya gue menyelesaikan Casablanca dulu, yang ternyata jelek lumayan buat jadi obat tidur. Soalnya di Casablanca ide ceritanya udah nggak orizuka--original--lagi. Jadi, yah gitu deh, gue kasih dua bintang aja buat tuh buku. Kenapa gue malah bicara soal Casablanca ya?! Oke, balik lagi ke buku ini. Untuk ukuran cowok berinisial J, bolehlah dia masuk, meski gue masih kebayang-bayang wajah bokap sendiri. Tapi, mau gimana lagi, gue udah keluarin duit buat beli buku ini dan harus terus baca meski wajah bokap dengan nakalnya bermain-main di imajinasi gue. Ceritanya sendiri sih, cheesy banget kali yak! Ya ampun, masih ada gitu ya orang yang suka main kata-kata begituan. Oke, fine! Mungkin karena si Jules itu udah tuwir makanya suka main kata-kata cheesy, jadi gue maklumin deh. Nah, poin plus buku ini sih, gue suka alurnya. Jadi gue kasih satu bintang. Terus kata-katanya yang lucu, jadi gue kasih satu bintang. Terus gue kasih tiga bintang karena ada cerita gay-nya. Hohohoho, I love it! Gue selalu suka kalau ada bagian gay-gay gitu. Yah, you knowlah, gue sendiri kan gitu. Gay and proud #pakek suara ala X-Men. Lagian itu yang Bokap dan Nyokap gue bilang, kita harus bangga jadi diri kita sendiri. Untungnya gue nggak diusir dan dipukulin pas ngasih tau mereka gue gay. Malah mereka meluk sambil bilang: "Kita udah tau kok, Nak. Makanya, kalo malam mingguan, sesekali suruh cewek yang ke rumah, bukannya cowok terus." Ini kenapa gue malah ngomongin diri sendiri?! Yah, pokoknya nggak kecewa-kecewa banget lah sama buku ini. Makanya ngasih lima bintang. Untuk Bang Ino apa sih yang nggak lima bintang. #kedip nakal. Walaupun pas gue ngetik review ini gue selalu kebayang wajah bokap Jules.

  22. 5 out of 5

    Dhyn Hanarun

    Devika Kirnandita, seorang pemain sinetron yang sering memerankan tokoh antagonis sampai mendapat julukan ‘TV Bitch’, tak sengaja menarak mobil mewah milik Julien Ang, seorang pengusaha buah premium. Tanggung jawab Dev untuk mengganti kerusakan itu membuahkan sesuatu yang mengejutkan, Julien ternyata seorang pria yang menyenangkan dan menarik. Tapi setelah mobilnya selesai, Dev dan pria yang berumur kepala empat tidak berkomunikasi lagi. Mereka tak sengaja bertemu di acara sepupu Julien, Pamela Devika Kirnandita, seorang pemain sinetron yang sering memerankan tokoh antagonis sampai mendapat julukan ‘TV Bitch’, tak sengaja menarak mobil mewah milik Julien Ang, seorang pengusaha buah premium. Tanggung jawab Dev untuk mengganti kerusakan itu membuahkan sesuatu yang mengejutkan, Julien ternyata seorang pria yang menyenangkan dan menarik. Tapi setelah mobilnya selesai, Dev dan pria yang berumur kepala empat tidak berkomunikasi lagi. Mereka tak sengaja bertemu di acara sepupu Julien, Pamela Ang, seorang perancang busana. Di sana, Dev juga bertemu dengan mantan pacarnya, Hezekiel Rupawan, yang sudah punya pacar baru. Dev sakit hati karena teringat dengan kenangannya dengan cowok yang juga artis itu. Julien menghiburnya dan menawarkan diri untuk menjadi obat untuk lukanya. Dev tentu sangat senang tapi itu sebelum Dev tahu kalau Julien belum benar-benar melupakan Miranda. Walaupun sebenernya aku tetep nikmatin ceritanya, gaya bahasa yang bikin ketawa-ketiwi, dan ke-guilty-pleasure-annya (aka adegan-adegan panasnya), kayaknya harapan aku terlalu tinggi deh buat Guilty Pleasure ini. Soalnya aku ngerasa agak kecewa dengan cerita dan penyajiannya. Pertama, JBoyfriend-nya tidak se-hot seri sebelumnya. Julien, yang punya nama panggilan Jules (seriusan?) ini emang digambarnya yummy tapi koq nggak sesuai dengan umurnya yang menginjak 40an ya? Dewasa sih, tapi entah lah cowok-cowok single umur segitu kayak gimana. Dan kayaknya dia punya sedikit kecenderungan terobsesi sama satu hal. Dalam kurun waktu sekitar 2-3 harian, dia udah tau segala hal tentang Dev sampe sempet nonton sinetronnya di tengah aktivitas kantor. I know, ada yang namanya Google. Tapiii, dia udah berani ngebela cewek itu di depan orang lain seakan-akan dia tau luar dalam. Cckck, dia beneran tertarik sama Dev ya. Tapiii, masih aja kebayang sama mantan tunangannya. Untuk yang terakhir itu aku bisa ngerti sih. Kedua, pergerakan ceritanya terbilang lambat. Konflik utama baru ketauan di halaman 300 dari total 410 halaman! Ini juga yang bikin penjelasan tentang konflik itu dan penyelesaiannya terlalu singkat, cuma di 100 halaman terakhir. Baca review selengkapnya di sini --> http://dhynhanarun.blogspot.com/2014/...

  23. 5 out of 5

    Ria Destriana

    Ehem... mulai dari mana ya? Oke. Yang pasti pas menutup buku ini, I said, "Damn sexy that om-om." Hahaha... Yup. Guilty Pleasure, salah satu seri JBoyfriend, yang mempunyai karakter utama pria dewasa. Umurnya 40 tahunan. Wew... Awalnya agak pesimis karena biarpun aku suka sama cowok dewasa, tapi aku lebih suka yang masih kepala 3. Kalo udah 40 tahun gitu, lebih cocok jadi temennya papaku. Hehe... Tapi ternyata oh ternyata (lebay...) si Om ini nggak kalah menariknya kalau dibandingkan sama J yang lai Ehem... mulai dari mana ya? Oke. Yang pasti pas menutup buku ini, I said, "Damn sexy that om-om." Hahaha... Yup. Guilty Pleasure, salah satu seri JBoyfriend, yang mempunyai karakter utama pria dewasa. Umurnya 40 tahunan. Wew... Awalnya agak pesimis karena biarpun aku suka sama cowok dewasa, tapi aku lebih suka yang masih kepala 3. Kalo udah 40 tahun gitu, lebih cocok jadi temennya papaku. Hehe... Tapi ternyata oh ternyata (lebay...) si Om ini nggak kalah menariknya kalau dibandingkan sama J yang lain. Yah, walaupun nggak bisa mengusir posisi Jet dan Jandro di hatiku, si Om Julien ini punya pesona sendiri. Jules, biasa dia dipanggil, bertemu sama Devika si TV Bitch dengan cara paling klise sedunia yaitu tabrakan. Tapi dari tabrakan itu, si Jules dan Devika ini jadi saling jatuh hati. Dan berhubung si Om sudah agak tua, cara dia mendekati Dev lebih gentleman ya. Sayang pas lagi cinta-cintanya, Dev baru tahu kalo si Om ini belum bisa move on dari cinta pertamanya yang sudah lama meninggal dunia. Hubungan mereka pun jadi renggang. Hiks... Well, aku kasihan sebenarnya sama si Om Jules dan aku paham sama apa yang ia rasakan. I've been there before. *jadi curhat* Tapi aku tahu gak ada satu perempuan pun di dunia ini yang mau dijadikan pengganti cinta pertama yang nggak kesampaian. Makanya aku nggak protes pas Dev marah dan kecewa sama si Om. Hehe... Seperti biasa, bukunya si abang ini nggak ribet. Alurnya klise, tapi cara berceritanya yang asyik membuatku terus menyelesaikan buku yang lumayan tebal ini dalam waktu satu hari. So, kenapa si Om Jules ini gak aku kasih bintang 5 seperti J yang lain? Karena aku pikir fokus ceritanya tentang perbedaan usia dua tokoh utama, tapi ternyata tentang kisah di masa lalu. Hehe... Tapi tetep y, anggota J yang satu ini pesonanya kuat. Dia husband material banget. Yup, husband. Bukan boyfriend. Makanya walaupun ada beberapa hal yang mau aku protes, aku tetap kasih bintang 4 untuk Guilty Pleasure, karena seperti biasa, aku nggak bisa menolak pesona cowok-cowok J itu. And btw, Om Jules ini a good foreplayer. Hahaha... *malu sendiri*

  24. 4 out of 5

    Pauline Destinugrainy

    Guilty Pleasure : kebahagiaan yang diikuti oleh perasaan bersalah J-Boyfriend kali ini bernama Julien Ang (a.k.a Jules). Dia seorang CEO dari perusahaan pemasaran buah lokal dan import Beauty Of The Earth (BOTE). Usianya 40 tahun, single, dengan penampilan yang jelas saja high qualified. Jika saja bukan karena tabrakan yang merusak bemper mobilnya, dia tidak akan berkenalan dengan Devika, the TV bitch, artis pemeran tokoh antagonis di beberapa FTV dan film. Perkenalan mereka berlanjut dengan keter Guilty Pleasure : kebahagiaan yang diikuti oleh perasaan bersalah J-Boyfriend kali ini bernama Julien Ang (a.k.a Jules). Dia seorang CEO dari perusahaan pemasaran buah lokal dan import Beauty Of The Earth (BOTE). Usianya 40 tahun, single, dengan penampilan yang jelas saja high qualified. Jika saja bukan karena tabrakan yang merusak bemper mobilnya, dia tidak akan berkenalan dengan Devika, the TV bitch, artis pemeran tokoh antagonis di beberapa FTV dan film. Perkenalan mereka berlanjut dengan ketertarikan satu sama lain. Julien serasa menemukan sosok wanita yang bisa mengisi kekosongan hatinya setelah ditinggalkan oleh Miranda, kekasihnya. Devika yang juga jomblo tidak keberatan menjalani hubungan sebatas fisik atau (jika memungkinkan) lebih dari itu. Devika hanya meminta keseriusan Julien dalam menjalani hubungan karena dia tidak ingin berinvestasi banyak dalam hubungan yang tidak menjanjikan kebahagiaan. Lantas, apakah Julien dan Devika bahagia? Jika diukur dari kemesraan yang mereka alami berdua, keduanya sama-sama terpuaskan satu sama lain. Kamar ala Bollywood di apartemen Devika, sampai istal kuda di ranch milik Julien jadi saksi panasnya hubungan mereka. Hanya saja, setelah sekian lama Julien sering menginap di apartemen Devika, Julien belum pernah sekalipun mengajak Devika menginap di rumahnya. Keadaan ini membuat Devika bertanya-tanya, apalagi tanpa sengaja dia melihat ada foto perempuan lain di dompet Julien. Julien sebenarnya sudah bercerita tentang Miranda pada Devika, tapi Julien belum bisa sepenuhnya move on dari Miranda. Itulah yang menjadi konflik utama dalam novel ini. Bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya? Saya tidak akan mengulas lebih jauh tentang tokoh utama (Julien-Devika) dan kisah cinta mereka yang ala Harlequin. Saya lebih ingin membahas konten buku ini. Ada beberapa hal yang membuat saya ingin sekali berkomentar. baca selanjutnya di http://destybacabuku.wordpress.com/20...

  25. 4 out of 5

    April Silalahi

    Aku termasuk pembaca garis keras seri J boyfriends series Christian Simamora, dengan terbitnya buku baru dya Guity Pleasure, aku langsung buru2 beli PRE ORDER di toko buku online :D Aku sebenarnya tidak pernah kecewa sama gaya penulisan Bang Christ yang dewasa. Abang itu selalu bisa menggambarkan setting cerita dengan baik. Tema pekerjaannnya, uraian tentang fashion (atau apa gendre novel bacaan aku cuma sedikit ya? :D ) Oke, Novel ini bercerita tentang Julien dan Devika dimana lagi2 masih bersett Aku termasuk pembaca garis keras seri J boyfriends series Christian Simamora, dengan terbitnya buku baru dya Guity Pleasure, aku langsung buru2 beli PRE ORDER di toko buku online :D Aku sebenarnya tidak pernah kecewa sama gaya penulisan Bang Christ yang dewasa. Abang itu selalu bisa menggambarkan setting cerita dengan baik. Tema pekerjaannnya, uraian tentang fashion (atau apa gendre novel bacaan aku cuma sedikit ya? :D ) Oke, Novel ini bercerita tentang Julien dan Devika dimana lagi2 masih bersetting penggambaran fashionnya, dunia artis, dan di tambah bussinessman kali ini. Julien yang berumur cukup matang, kalau abang Christ menyebutnya om om mateng, tetap selalu sexy di gambaran khayal ku seperti karya J boyfriends lainnya. Entahlah darimana bang Christ melakukan riset mengenai itu semua. haghaghag.. Tapi aku harus mengakui, novel bang Christ ini juga cukup membosankan. Dengan penggambaran narasi yang tidak ada jeda nya. Ngebuat pembaca dituntut untuk terus membaca nya sampai akhir. (Ga ada jeda nya bok). Di novel ini aku pun ngerasain kurang gereget nya mengenai alur cerita nya. maaf aku kalau bisa di bilang sangat mudah ditebak :( Bagaimana seorang perempuan akhirnya bisa jatuh cinta pada laki-laki yang masih belum bisa move on. Segala setting nya entah kenapa kali ini sangat mudah ditebak olehku. (Maaf bang Christ :( ) Walau akhirnya happy ending. Ending yang happy juga lagi2 mudah ditebak :( Mengapa aku kasih 4 bintang? karena aku selalu takjub dengan setting tempat dan suasana yang digambarkan bang Christ disetiap karya nya. PAsti tidak akan kapok menunggu serial Jboyfriends lainnya. Selamat membaca dengan kesexyan tokoh ciptaan Bang Christ. Selamat berjatuh cinta.

  26. 4 out of 5

    Tata

    Dari novel-novelnya Christian Simamora yang udah kubaca, di sini nih aku yang paling suka setting hero and heroine-nya. Hero-nya, si Julien, mapan, businessman, dewasa, and good-looking (byarpun agak ketuaan kali ya tuh umurnya..forty somethin' boo..). Heroine-nya, si Devika, gorgeous, popular actress, no bad habit. Tapi sayang chemistry antara keduanya kurang berasa. "Good Fight" tuh yang chemistry-nya berasa banget, cuman character hero-nya aku yang ga gitu suka. Ceritanya, pertemuan pertama Ju Dari novel-novelnya Christian Simamora yang udah kubaca, di sini nih aku yang paling suka setting hero and heroine-nya. Hero-nya, si Julien, mapan, businessman, dewasa, and good-looking (byarpun agak ketuaan kali ya tuh umurnya..forty somethin' boo..). Heroine-nya, si Devika, gorgeous, popular actress, no bad habit. Tapi sayang chemistry antara keduanya kurang berasa. "Good Fight" tuh yang chemistry-nya berasa banget, cuman character hero-nya aku yang ga gitu suka. Ceritanya, pertemuan pertama Julien sama Devika melalui scene tabrakan. Berlanjut ke pertemuan kedua di bengkel tempat benerin mobilnya Julien yang kena tabrak Devika. Pertemuan ketiga di Event Fashion Show-nya designer Pamela Ang yang notabene masih sepupuan sama Julien. Di sini Dev ketemu sama ex-nya yang handsome dan sesama artis juga, Hezekiel Rupawan. Dev yang masih ada feeling sama Heze ngerasa upset ngeliat ex-nya itu udah ada kecengan baru aja. Julien langsung ambil kesempatan donk buat menghibur Dev. Dari situ si Julien ama Devika makin deket deh, dan setelah endless chatting, telpon-telponan, flirting-flirtingan, akhirnya mereka jadian. Life was perfect in their relationship, but Dev kept wondering why Julien never invited her to his house. Suatu hari Julien jatuh sakit, dan Dev langsung datang berkunjung aja ke rumahnya. Di situlah dia tau kalo Julien masih belum bisa move on dari ex-nya yang udah meninggal 7 tahun lamanya, terlihat dari banyaknya pictures Miranda di rumah itu. Karena itulah Devika minta putus dan ga lama setelah itu balikan lagi sama Heze. Endingnya baca sendiri aja yak..hehe.. Eniwei, ada yang aku ga sreg di novel ini. Kenapaa ya judul-judul FTV-nya Devika ini were kinda lame. "Dendam Kesumat Kakak Ipar" for example. Hiii... >.<

  27. 5 out of 5

    Yustie Amanda

    it isn't full three star. maybe two point five. J kali ini adalah Julien Ang, orang kaya dengan berumur kepala empat, gak bisa move on setelah sekian tahun dan stuck dgn memuja orang yang sudah meninggal. Ugh! it's so uncool! Untungnya ada Devika Kirnandita, TV Bitch yang judul filmnya bikin geli semua, yang buat J satu ini sadar. well, aku emang baru baca Jeth di Good Fight aja tapi, mungkin karena faktor usia juga, i prefer to Jeth. Daaann, Jeth juga sempet dibahas sekilat lho! Aku selalu suka k it isn't full three star. maybe two point five. J kali ini adalah Julien Ang, orang kaya dengan berumur kepala empat, gak bisa move on setelah sekian tahun dan stuck dgn memuja orang yang sudah meninggal. Ugh! it's so uncool! Untungnya ada Devika Kirnandita, TV Bitch yang judul filmnya bikin geli semua, yang buat J satu ini sadar. well, aku emang baru baca Jeth di Good Fight aja tapi, mungkin karena faktor usia juga, i prefer to Jeth. Daaann, Jeth juga sempet dibahas sekilat lho! Aku selalu suka kalimat tiap bab baru, baik kutipan Bang Chris sendiri atau kutipan serial TVnya yang semuanya ngena, jeez. Dan ngomong-ngomong aku nemu gaya bahasa yang agak aneh pas nemu kata 'kau', menjelang akhir, menjelang keseriusan hubungan mereka, but noprob, it doesn't matter. Selain itu aku suka gaya bahasa abang satu ini kayak ehr-mehr-gehrd (bener gak tuh nulisnya?). Ha-ha tapi beneran itu bikin aku ngebayangin ekpresi yang pas dan malah jadi #unyu hehehe Well, walaupun kurang suka sama tokoh cowoknya, aku suka tokoh ceweknya, Devika, si makhluk jutek satu ini cool enought dengan *seperti biasa* branded atau nama-nama orang fashion yang aku hanya ngeh sedikit dari sekian banyak. *poor me, masa kalah canggih dari bang Chris?* btw, aku udah tujuh belas tahun dan ini buku adult, really-really adult, kehidupan mereka juga dewasa. more review: http://yustieamanda.blogspot.com/2014/07/guilty-pleasure.html

  28. 4 out of 5

    Dewi Wulandari

    Guilty Pleasure -- 2,5/5 Hee, selesai juga... aku suka cerita romance dengan karakter pria yang dewasa dan seksi. Mungkin karena ekspektasi yang berlebihan dari judul-cover-blurb nya, dan setelah selesai baca aku cuma bisa komen, "udah? gini aja?" dan iya, seperti review beberapa temen goodreads lainnya. aku keganggu sama bahasa super gaulnya itu lho.. kenapa nulis ABG aja pakai acara ditulis 'eibiji'?! aku butuh waktu lama sampai paham kalau eibiji yang ditulis ini maksudnya ABG. duh, sama yang tuli Guilty Pleasure -- 2,5/5 Hee, selesai juga... aku suka cerita romance dengan karakter pria yang dewasa dan seksi. Mungkin karena ekspektasi yang berlebihan dari judul-cover-blurb nya, dan setelah selesai baca aku cuma bisa komen, "udah? gini aja?" dan iya, seperti review beberapa temen goodreads lainnya. aku keganggu sama bahasa super gaulnya itu lho.. kenapa nulis ABG aja pakai acara ditulis 'eibiji'?! aku butuh waktu lama sampai paham kalau eibiji yang ditulis ini maksudnya ABG. duh, sama yang tulisan bitidubs, 'ji to the jik' dan sodara-sodaranya. ini yang bikin feel-ku anjlok sama buku ini. terus soal konfliknya. masa lalu emang selalu menarik buat diangkat jadi main conflict. tapi ini klimaks nya terlalu cepet dan endingnya udah gitu doang. kebanyakan diisi ji to the jik sama i to the dih, kali ya ... hahaha soal karakter, Julien seksi mature dan yang ada di bayanganku dia pasti menggoda. apalagi punya masa lalu yang lumayan kelam sama mantannya. kenapa jadi kayak om-om genit ya? duhh... buat tambahan aja, aku masih suka Pillow Talk nya Bang Ino. itu buku pertama yang aku baca. dan kemudian baca Good Fight, yang aku langsung garuk-garuk kepala aja. mungkin bang Ino kebanyakan baca hisrom sama hq ya? jadi banyak adegan yang PG-13. tapi aku selalu suka karakter #J-Boyfriend nya...

  29. 4 out of 5

    Laras

    (view spoiler)[Untung gue bacanya pas ga lagi puasa. Untung juga sebelom gue baca novelnya, gue udah baca duluan review-review terdahulu. Mengingat banyak bahasa yang gue ga ngerti, thanks God dapet pencerahan dari reviewers sebelumnya. Well, dewasa banget. Hahaha. You know lah, gue belum siap dikategorikan berumur dewasa. Jadi pas baca ini dengan cerita yang lumayan, ehem, vulgar + erotis gue jadi sering bergumam “oh God” atau “haha gila” but it doesn’t matter. Jules berhasil terdefinisikan hot (view spoiler)[Untung gue bacanya pas ga lagi puasa. Untung juga sebelom gue baca novelnya, gue udah baca duluan review-review terdahulu. Mengingat banyak bahasa yang gue ga ngerti, thanks God dapet pencerahan dari reviewers sebelumnya. Well, dewasa banget. Hahaha. You know lah, gue belum siap dikategorikan berumur dewasa. Jadi pas baca ini dengan cerita yang lumayan, ehem, vulgar + erotis gue jadi sering bergumam “oh God” atau “haha gila” but it doesn’t matter. Jules berhasil terdefinisikan hot di pikiran gue. (hide spoiler)] gue sih ngebayangin Arifin Putra. Kinda like him. Kemudian, Dev. I practically like her. Seperti itukah kehidupan normal para artis? Tetep glamor dan ga menyangkal kalo itu jauh dari peran mereka di film atau sinetron. So lucky she is, can deeply fall into Julien Ang life, yang mungkin gue juga ga nolak. Ckck. Ren, dia mengingatkan ke besties (view spoiler)[binan (hide spoiler)] gue yang tiba-tiba gue rindukan berkat baca gepe. Jadi kangen hangout + ngobrolin boyfriend dia dan hal-hal ga penting tapi penting kalo gue dan dia yang omongin #upscurhat. Intinya mah, Chrismor udah jago banget bikin novel deh. Your 11th child, huh? Great job dude! Hope i can born more book from you someday ;)

  30. 5 out of 5

    Nia Githa

    Menurut aku buku ini pada awalnya seru kayak novel abang christian simamora lainnya , emang sih dari awal udah agak keliatan detil2 kehidupan mereka yang biasanya karangan si abang yang udah pernah ada di novel2 sebelumnya. Cuman pas udah mau ke tengah2 kok rasanya detilnya juga terlalu banyak *jadi ini yang bikin aku agak bosen bang:(* terus saking banyak detil2 gak pentingnya bikin aku pengen tutup buku :(((( terus adegan hotnya jadi gak terlalu hot :( sih menurut aku :( masih hotan buku abang Menurut aku buku ini pada awalnya seru kayak novel abang christian simamora lainnya , emang sih dari awal udah agak keliatan detil2 kehidupan mereka yang biasanya karangan si abang yang udah pernah ada di novel2 sebelumnya. Cuman pas udah mau ke tengah2 kok rasanya detilnya juga terlalu banyak *jadi ini yang bikin aku agak bosen bang:(* terus saking banyak detil2 gak pentingnya bikin aku pengen tutup buku :(((( terus adegan hotnya jadi gak terlalu hot :( sih menurut aku :( masih hotan buku abang2 lainnya yang bikin dag dig dug gitu. Tapi saat kita udah melewati fase2 ini yang agak menjurus ke ending, ceritanya jadi seru lagi kayak tipikak cerita abang yg dag dig dug gitu hehehe. Terus pas bagian galau2nya , kok gak galau banget bang? Terlalu plain gitu sih menurut aku, penggambaran julien yang terlalu muja miranda juga gak terlalu pas digambarin :((. Singkatnya cerita ini bagus di awal plain di tengah bagus lagi di akhir. Overall buku ini tetep bagus kok untuk dibaca :3 and i like how abang keep updating us with another character yang nyelip2 dikit gitu!!!! Ya ampun , pas baca yang characternya nyelip itu bikin senyum2 unyu gitu hehhe . Keep up the good work ya bang, i always love your story :*

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.