counter Percaya - Free Download Books
Hot Best Seller

Percaya

Availability: Ready to download

Semua orang punya cara tersendiri untuk melindungi orang yang disayanginya. Aku merasa harus memagari hidupmu dari segala hal yang mungkin bisa membuatmu terluka. Seperti berada di akuarium bening, semua terlihat sempurna dan sederhana untukmu. Memang begitulah inginku; kau berbahagia, merasa memiliki dunia dalam genggamanmu. Tapi sekarang kau meminta aku jujur. Kau bilang, Semua orang punya cara tersendiri untuk melindungi orang yang disayanginya. Aku merasa harus memagari hidupmu dari segala hal yang mungkin bisa membuatmu terluka. Seperti berada di akuarium bening, semua terlihat sempurna dan sederhana untukmu. Memang begitulah inginku; kau berbahagia, merasa memiliki dunia dalam genggamanmu. Tapi sekarang kau meminta aku jujur. Kau bilang, aku mengkhianati perasaanmu. Kau juga bilang, semua yang kulakukan selama ini menghancurkan hubungan kita. Dinding kaca itu pun hancur berkeping-keping, menyisakan beling yang melukai kaki kita. Tak ada lagi yang tersisa, kecuali bibirmu yang gemetar saat berusaha terlihat tegas di hadapanku. Aku ingin menangis, tapi air mataku menolak keluar. Bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya? Bagaimana caraku untuk membuatmu percaya: justru karena menyayangimu teramat sangat, aku harus berbohong padamu?


Compare

Semua orang punya cara tersendiri untuk melindungi orang yang disayanginya. Aku merasa harus memagari hidupmu dari segala hal yang mungkin bisa membuatmu terluka. Seperti berada di akuarium bening, semua terlihat sempurna dan sederhana untukmu. Memang begitulah inginku; kau berbahagia, merasa memiliki dunia dalam genggamanmu. Tapi sekarang kau meminta aku jujur. Kau bilang, Semua orang punya cara tersendiri untuk melindungi orang yang disayanginya. Aku merasa harus memagari hidupmu dari segala hal yang mungkin bisa membuatmu terluka. Seperti berada di akuarium bening, semua terlihat sempurna dan sederhana untukmu. Memang begitulah inginku; kau berbahagia, merasa memiliki dunia dalam genggamanmu. Tapi sekarang kau meminta aku jujur. Kau bilang, aku mengkhianati perasaanmu. Kau juga bilang, semua yang kulakukan selama ini menghancurkan hubungan kita. Dinding kaca itu pun hancur berkeping-keping, menyisakan beling yang melukai kaki kita. Tak ada lagi yang tersisa, kecuali bibirmu yang gemetar saat berusaha terlihat tegas di hadapanku. Aku ingin menangis, tapi air mataku menolak keluar. Bagaimana caraku mengatakan yang sebenarnya? Bagaimana caraku untuk membuatmu percaya: justru karena menyayangimu teramat sangat, aku harus berbohong padamu?

30 review for Percaya

  1. 4 out of 5

    Hayati

    Terkadang, saat kita nggak bisa jelaskan dengan logika gimana caranya untuk menyelamatkan seseorang yang kita hargai dan sayangi, kita cuma perlu percaya. Tintani Subrata adalah seorang gadis remaja yang bisa di katakan memiliki hidup yang sempurna. Memiliki wajah yang cantik, pintar, populer di sekolahnya, memiliki Ayah yang bisa memberikan apa pun yang di butuhkannya (baca:kaya). Tapi nggak ada manusia yang memiliki kesempurnaan di dunia ini, karna kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Dari luar Terkadang, saat kita nggak bisa jelaskan dengan logika gimana caranya untuk menyelamatkan seseorang yang kita hargai dan sayangi, kita cuma perlu percaya. Tintani Subrata adalah seorang gadis remaja yang bisa di katakan memiliki hidup yang sempurna. Memiliki wajah yang cantik, pintar, populer di sekolahnya, memiliki Ayah yang bisa memberikan apa pun yang di butuhkannya (baca:kaya). Tapi nggak ada manusia yang memiliki kesempurnaan di dunia ini, karna kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Dari luar Tintan memang bisa di katakan memiliki hidup yang sempurna, tapi siapa yang sangka kalau sebenarnya hidupnya itu hampa. Kenapa? Karena sejak berumur 4 tahun dia telah di tinggal mati oleh sang Ibu dan selama 13 tahun hubungannya dengan Ayahnya tidak begitu baik, hubungan mereka begitu kaku dan terasa dingin serta terjadi perselisihan. Karena hubungan dengan Ayahnya yang renggang, membuat Tintan jadi dekat dengan adik Ayahnya yang dari kecil di panggilnya Anti. Anti dengan kasih sayang yang begitu tulus selalu sabar menghadapi sifat Tintan yang keras kepala serta selalu memberikan nasihat kepada Tintan agar mulai mengalah dan memulai percakapan terlebih dahulu kepada sang Ayah. Tintan pun mulai mencoba untuk mendekatkan diri kepada Ayahnya, dan akhirnya Tintan bisa berbicara seperti Ayah dan anak dengan Ayahnya. Tapi sayangnya, nggak ada yang tahu kapan orang yang sangat kita sayangi akan pergi untuk selamanya dari hidup kita. Dan itu juga yang di alami Tintan, di saat hubungannya dengan Ayahnya mulai membaik dia harus kehilangan orang yang di sayanginya untuk kedua kalinya. Di saat seperti ini, apakah Tintan bisa kembali menjalani hari-harinya seperti saat sebelum dia kehilangan Ayahnya? Apakah Anti bisa membantu Tintan untuk melewatinya? Apakah Anti bisa membuat Tintan sadar akan makna dan arti dari kehidupan? Silahkan di baca selengkapnya di novel ini ^^ Saat aku membaca novel ini, aku pikir novel ini ceritanya tentang cinta-cintaan anak remaja, tapi aku salah TOTAL!! Novel ini menceritakan tentang kisah hidup seorang anak yang memiliki konflik dengan Ayahnya. Selain itu novel ini juga sarat akan pesan moral, di saat seperti sekarang ini yang di penuhi dengan novel-novel tentang cinta-cintaan ternyata masih ada novel yang menceritakan tentang hubungan antara Ayah dan anak, salut banget sama Diego Christian yang memilih tema ini. Novel Percaya adalah debut pertamanya, dan hasilnya saja sudah seperi ini apalagi untuk novel-novel selanjutnya. Setelah membaca novel ini aku sadar, ternyata bukan hanya kasih ibu yang sepanjang masa, tapi kasih seorang ayah juga sepanjang masa. Dan aku sangat sangat sangat kagum sama sosok Anti di sini, yang begitu menyayangi Titan seperti anaknya sendiri, malah sudah di anggapnya seperti anaknya sendiri. Buku yang benar-benar bagus!! Sangat jarang sekali aku menemukan buku yang tidak dominan dengan tema cinta-cintaan anak remaja. Kadang, proses yang berat adalah belajar kehilangan manusia, bukan belajar mencintainya.

  2. 4 out of 5

    Ahmad Turkhamun

    (3.5/5) "Pemenang sejati bukan orang yang selalu menang setiap kali pertandingan, tapi mereka yang selalu bangkit setiap kali mereka jatuh." Tintani Subrata, harus merasakan kekecewaan terbesarnya pada hari itu, hari dimana ia merayakan ulang tahunnya yang ke-17. Dimana Ayahnya sendiri sudah berjanji akan datang di acaranya itu. Tintan merasa senang tentu saja, hubungannya dengan sang Ayah, Sofyan, tidak bisa dikatakan baik. Mereka tidak pernah bicara sebagaimana mestinya seorang Ayah dan Anak, Ay (3.5/5) "Pemenang sejati bukan orang yang selalu menang setiap kali pertandingan, tapi mereka yang selalu bangkit setiap kali mereka jatuh." Tintani Subrata, harus merasakan kekecewaan terbesarnya pada hari itu, hari dimana ia merayakan ulang tahunnya yang ke-17. Dimana Ayahnya sendiri sudah berjanji akan datang di acaranya itu. Tintan merasa senang tentu saja, hubungannya dengan sang Ayah, Sofyan, tidak bisa dikatakan baik. Mereka tidak pernah bicara sebagaimana mestinya seorang Ayah dan Anak, Ayahnya fokus kerja sehingga mengabaikan Tintan. Namun, kebutuhan material Tintan selalu di penuhi oleh Ayahnya, yang membuat Tintan menjadi anak populer. Bagi Ayahnya, itu adalah caranya memberikan bentuk kasih sayang pada Anaknya itu, memberikan apapun yang di mintanya. Saat Tintan harus menerima alasan Ayahnya yang tidak datang di acara ulang tahunnya karena kepentingan pekerjaan kantornya, ia marah besar. Kecewa dengan Ayahnya yang sudah berjanji padanya akan datang. Baginya, dengan kehadiran sang Ayah merupakan awal hubungan baru mereka berdua yang tak pernah di katakan 'akur'. Tintan menceritakan kekecewaannya itu pada Amanda, yang biasa di panggil Anti oleh Tintan. Di sisi lain, perusahaan Ayahnya mengalami masalah pelik. Ia di fitnah oleh temannya sendiri. Seno, rekan kerja sekaligus sahabat Sofyan, menyarankan agar ia pindah ke Purwokerto, ke rumah almarhum orang tua Seno yang berada di Patikraja. Sedangkan, masalah di perusahaanya akan di selesaikan oleh sahabatnya itu. Sofyan merasa, hal ini bagus untuk memulai awal kedekatannya dengan anaknya; Tintan. Beberapa hari tinggal di rumah 'pengasingan' itu, Tintan kabur. Ia marah dengan sikap kaku ayahnya (dan kemudian menamparnya malam itu), ia juga marah karena harus melepas status 'cewek populer'-nya. Tintan kabur ke rumah Anti-nya, meninggalkan Ayahnya di rumah itu. Diam-diam, Sofyan dan Anti saling berhubungan di belakang Tintan. Sofyan juga membuat rencana yang sama persis seperti yang di alami Tintan 13 tahun yang lalu, hingga akhirnya, berbagai pertanyaan 'kenapa' dari Tintan muncul. Udah menebak-nebak bahwa cerita ini dominan ke arah Kekeluargaan sejak covernya di update. Bergambar Pohon, yang menurutku melambangkan sosok Ayah. Untuk novel debut, ini sudah cukup bagus. Aku bahkan sangat menikmati tulisan Kak Diego di Novel pertamanya ini. Adegan favoritku adalah kejutan Ayahnya Tintan seperti 13 tahun lalu itu, benar-benar membuatku terharu. Namun, semakin ke belakang, menurutku benar-benar 'drama'. Walau sesuai penjabaran cerita bahwa hidup Tintan seperti 'drama', tapi aku benar-benar kehilangan sosok 'itu'. Untungnya, bagian akhirannya cukup baik. Endingnya bikin gemas :D Tokoh favorit pastinya Sofyan dong, gimana caranya dia ngebuat sosok 'Ayah' itu melekat di dirinya yang kaku, untuk membahagiakan Tintan. Bener-bener bikin terharu. Aku juga mengagumi sosok Anti di Novel ini, Tapi, di bagian persahabatannya menurutku kurang 'greget', kurang adanya klimaks sama Cathy dan Laura. Sedangkan chemistry persahabatan Tintan dan Sam juga kurang. Sama sekali nggak ada romance percintaannya, hanya dominan ke arah kekeluargaan. Walau begitu, novel ini cukup kuselesaikan dengan baik. Bagian paling memorable adalah Surat dari Ibunya Tintan. 3,5 bintang buat Ni Luh. :)

  3. 4 out of 5

    Yunita1987

    Jujur ya, keinginan aq membaca buku ini dikarenakan kepenasaranku akibat banyaknya desas desus tentang buku ini...(sorry agak lebay). Sampe akhirnya ada teman yang punya buku ini dan aq pun mulai membacanya. Tp sialnya,,,,aq baca buku ini diangkot,,jadi ada beberapa adegan yang akhirnya aq nangis tp krn malu,,harus bisa ditahan...:D. Buku ini bukan cerita cinta jadi jangan harapkan ada adegan2 mesra atau adegan patah hati ataupun balas dendam. Buku ini bercerita tentang kehidupan dan mengajarkan Jujur ya, keinginan aq membaca buku ini dikarenakan kepenasaranku akibat banyaknya desas desus tentang buku ini...(sorry agak lebay). Sampe akhirnya ada teman yang punya buku ini dan aq pun mulai membacanya. Tp sialnya,,,,aq baca buku ini diangkot,,jadi ada beberapa adegan yang akhirnya aq nangis tp krn malu,,harus bisa ditahan...:D. Buku ini bukan cerita cinta jadi jangan harapkan ada adegan2 mesra atau adegan patah hati ataupun balas dendam. Buku ini bercerita tentang kehidupan dan mengajarkan kepadaku bagaiamana harusnya kita bisa belajar Percaya kepada orang lain dan kepada diri sendiri. Jadi buat teman2 yang merasa hidupnya susah untuk belajar percaya, mungkin bisa dari buku ini. Selain cerita tentang belajar percaya, aku belajar bagaimana kita menghadapi sebuah kehidupan baik itu suka ataupun duka. Dan disaat kita harus menghadapi banyak masalah, jangan sekali-kali mengeluh, bersedih ataupun marah kepada Tuhan ataupun mencoba menghindar dengan membuat kesalahan lainnya. Tapi coba untuk bangkit dari setiap masalah yang kita hadapi. So, buat yang belum baca, boleh dibaca. Untuk ceritanya sendiri sebenarnya sih simple, gak perlu konsentrasi tinggi untuk membacanya (percayalah ini buku ringan kok) Tapi walaupun buku ini ringan ada banyak hal yang bisa aq dapatkan. Thanks ya buat Ito Dieogo untuk cerita yang sudah dirimu ciptakan...:)

  4. 5 out of 5

    Fenny Wong

    Spoiler alert! Sebenarnya Percaya ini ditulis dengan apik. Perkembangan karakter Tintan dari selfish princess jadi gadis sosial memang bertahap dan dituntun dengan baik, jadi nggak kerasa tiba-tiba. Lalu kenapa dua bintang dari saya? Ada beberapa hal yang sejujurnya mengganjal, misalnya tentang kematian Sofyan yang mendadak (sebelumnya nggak ada hint soal ini. Atau saya yang kurang jeli?), lalu Sam yang ternyata.... Cowok. Entah, kalau ceritanya dibawa ke arah tahap Tintan baikan dengan papinya, Spoiler alert! Sebenarnya Percaya ini ditulis dengan apik. Perkembangan karakter Tintan dari selfish princess jadi gadis sosial memang bertahap dan dituntun dengan baik, jadi nggak kerasa tiba-tiba. Lalu kenapa dua bintang dari saya? Ada beberapa hal yang sejujurnya mengganjal, misalnya tentang kematian Sofyan yang mendadak (sebelumnya nggak ada hint soal ini. Atau saya yang kurang jeli?), lalu Sam yang ternyata.... Cowok. Entah, kalau ceritanya dibawa ke arah tahap Tintan baikan dengan papinya, dan diakhiri dengan mereka berkuda bersama, dengan perjuangan Tintan di sekolah baru di mana ia mulai lagi sebagai loser, menurut saya mungkin lebih menarik. Tapi itu selera sih hehehehe. Mungkin saya meracau begini karena saya berharap Percaya adalah kisah cinta roman kali yaaa..... Untuk yang pengin famili drama yang apik, Percaya sangat layak dibaca. Untuk Diego, ditunggu novel berikutnya ya. :)

  5. 4 out of 5

    Tiara Orlanda

    first of all , haaa mngejutkan. tadinya mikir kalo percaya ini adalah novel yang ga jauh jauh dari romansa pacaran,patah hati dan lainnya. ternyata SALAH. Percaya adalah sebuah novel yang menceritakan konflik keluarga antara Tintan ,dan ayahnya setelah mereka ditinggal oleh ibu Tintan yang meninggal dunia karena sakit. Disini diceritakan bagaimana suatu peristiwa besar merubah hidup Tintan hingga Tintan akhirnya bisa menghargai kehidupan. Banyak BANGET pelajaran yang bisa kita dapat dengan baca n first of all , haaa mngejutkan. tadinya mikir kalo percaya ini adalah novel yang ga jauh jauh dari romansa pacaran,patah hati dan lainnya. ternyata SALAH. Percaya adalah sebuah novel yang menceritakan konflik keluarga antara Tintan ,dan ayahnya setelah mereka ditinggal oleh ibu Tintan yang meninggal dunia karena sakit. Disini diceritakan bagaimana suatu peristiwa besar merubah hidup Tintan hingga Tintan akhirnya bisa menghargai kehidupan. Banyak BANGET pelajaran yang bisa kita dapat dengan baca novel ini. Dan karena saya pribadi sangat suka sama novel dengan tema keluarga,saya ga segan segan untuk ngasih rate 5. 5/5 stars ? of course ! i love it <3

  6. 4 out of 5

    Desy Miladiana

    Novel ini itu kayak ngajarin aku, gimana sih cara pandang kamu. Cara pandang kamu ketika kamu kaya, ketika kamu ngerasa bahwa ayah kamu satau-satunya orang tua yang kamu miliki sama sekali gak punya waktu untukmu, ketika kamu punya sahabat yang sama sekali berteman denganmu karena kamu kaya, cantik dan pintar. Ketika kamu ngerasa tiba-tiba kamu jatuh miskin, dll. Cerita novel ini, menurutku sih bagus, banyak moral value yang bisa diambil. tapi sayang banget, aku lebih suka sama romance, tapi gak Novel ini itu kayak ngajarin aku, gimana sih cara pandang kamu. Cara pandang kamu ketika kamu kaya, ketika kamu ngerasa bahwa ayah kamu satau-satunya orang tua yang kamu miliki sama sekali gak punya waktu untukmu, ketika kamu punya sahabat yang sama sekali berteman denganmu karena kamu kaya, cantik dan pintar. Ketika kamu ngerasa tiba-tiba kamu jatuh miskin, dll. Cerita novel ini, menurutku sih bagus, banyak moral value yang bisa diambil. tapi sayang banget, aku lebih suka sama romance, tapi gak masalah sih, tetep suka :)

  7. 5 out of 5

    Kekey

    Saya suka buku ini karena ispiratif! Jarang ada buku yang sama sekali ga ada romance-nya, tapi bisa keren banget! Dan Percaya adalah salah satunya. Buku yang pneting untuk membuka mata kita pra remaja menghadapi hidup. Kalo kamu selalu merasa kurang dan merasa sulit menghadapi hidup, buku ini adalah vitamin yang bisa menguatkan kita. Keren Gagas Media sekalinya memilih penulis baru yang novelnya sekeren ini, this is WOW banget buat aku :) Keren sekali. 5 Bintang nggak kurang!

  8. 4 out of 5

    Nathalie Enda Zileta Depari

    Untuk sebuah debut, buku ini keren bangeeet! Tanpa bumbu romansa picisan, saya bisa terhanyut membaca buku ini hanya dalam 2 hari dan sekali-kali menahan air mata. Keep goin, Diego! :) Anyway, is Samantha a boy? This part makes me a lil bit confused :D

  9. 4 out of 5

    Hesty

    common theme bolsters in genuineness. once you set the eyes onto the book, there's hardly a chance you can take off those optical matters of yours out of this piece. common theme bolsters in genuineness. once you set the eyes onto the book, there's hardly a chance you can take off those optical matters of yours out of this piece.

  10. 5 out of 5

    Rahmanda Wulandari

    niatnya membaca buku ini hanya untuk mengisi waktu luang, pertama kali membelinya jujur saya malas untuk membacanya. namun saat sudah masuk ke dalam cerita tersebut halaman demi halaman telah terbaca tanpa terasa. niatnya mungkin akan menghabiskan waktu selama satu minggu. namun hanya dengan beberapa jam sudah habis saya baca. pada bagian bagian tertentu hati saya terenyuh dan memang merepresentasikan kehidupan yang benar benar terjadi

  11. 4 out of 5

    Priska

    Agak berkebalikan dengan novel remaja yang sebelum ini saya review, Percaya ini punya plot yang cukup bagus. Berani beda dengan novel remaja lainnya karena tidak ada unsur romansa remajanya sama sekali, tapi... nada penulisannya entah kenapa terasa datar. Biasanya saya paling gampang mewek baca cerita tentang keluarga, tapi tidak di sini.

  12. 5 out of 5

    Rievinska RF

    A nice book with so many moral values.

  13. 4 out of 5

    Sarah Safirah

    Sejujurnya ini buku yg sangat bagusss. Pertama kali melihat buku ini, aku kira cerita akan mengarah soal romansa cinta. Ternyata.... Wuiih, aku salah total. Buku ini walau bukan buku yg bercerita tentang romance. Walaupun secara pribadi aku penggemar buku bergenre romance masih tetap bisa menikmati inti semua cerita dari buku ini. Sayangnya, menurutku, buku ini punya 3 hal minus. Itulah kenapa buku ini aku kasih nilai rating yang cukup... Pertama, sejujurnya dari awal aku sudah bisa jatuh cinta d Sejujurnya ini buku yg sangat bagusss. Pertama kali melihat buku ini, aku kira cerita akan mengarah soal romansa cinta. Ternyata.... Wuiih, aku salah total. Buku ini walau bukan buku yg bercerita tentang romance. Walaupun secara pribadi aku penggemar buku bergenre romance masih tetap bisa menikmati inti semua cerita dari buku ini. Sayangnya, menurutku, buku ini punya 3 hal minus. Itulah kenapa buku ini aku kasih nilai rating yang cukup... Pertama, sejujurnya dari awal aku sudah bisa jatuh cinta dengan konflik yg disuguhkan antara Tintan dengan papanya. Sementara, yg cukup membuat kecewa adalah aku tidak habis pikir kenapa ya, papanya Tintan di buat mati mendadak. FYI Im a nursing student, so aku cukup tahu dan paham dengan dunia yg kita semua sebut sebagai "kehidupan di rumah sakit." Jadi, ya, buat aku pribadi yang sehari-hari bergumul dan belajar di rumah sakit (keseluruhan sistemnya, tidak melulu soal penyakit tetapi juga realita kehidupan berobat di rumah sakit), dan kemudian aku membandingkan apa yang aku lihat di rumah sakit dengan penggambaran situasi-kondisi "orang sakit" di dalam buku ini. So, ya seriusan rasanya bener-bener aneh dan totally "nggak pas" dengan kematian yang tiba-tiba ketika buku ini menceritan kematian Papa Tintan yang mendadak, seolah-olah "tahu-tahu mati," gitu. Selain itu juga, sejak di awal cerita sampai kematian Papa Tintan, benar-benar tidak tunjukkan "clue" apapun mengenai kondisi penyakitnya. Jadi bisa kusimpulkan jika buku ini memang menceritakan papa Tintan yang "tahu-tahu mati" Kedua, sejak diawal pesta ulang tahun Tintan, aku kira orang yg disebut sebagai "samantha" itu perempuan. Demi Tuhan...!!! Seriusan aku nggak tau loh, klo "Samantha" itu ternyata LAKI LAKI booo. Ini juga sama sekali nggak ada "clue" yg menunjukkan jika Samantha yang dimaksud itu bukanlah makhluk yg disebut sebagai "perempuan" Ughrrr... Sebel sekali kan!!! Aku juga nggak habis pikir sih, kenapa namanya gak dipermudah aja, yg benar-benar bisa menujukkan dengan jelas gender "Samantha" yang dimaksud itu LAKI LAKI. Ketiga, aku tertarik dengan hubungan konflik yg dibangun antara Tintan dengan kedua temannya yangg lain. Tapi, rasanya kenapa kok dibuat cuman sekilas ya? seolah-olah teman-teman Tintan ini "cuman asal lewat doang." Duh, sayang sekali. Padahal jika penulis tidak terkesan buru-buru, buku ini termasuk buku yang bagus dan akan lebih berbobot. Padahal aku sempat penasaran dan tentu aku berharap lebih dari sekedar ini, dengan peristiwa yg lebih panjang, seperti bagaimana kedua temannya itu melihat Tintan setelah kejatuhan yg dialami oleh papanya, termasuk penyelesaian Tintan dengan konflik di lingkungan sosialnya. Jadilah ketiga alasan diatas membuat saya memberi nilai yg pelit. Ini konsep cerita yg luar biasa indah. Sayangnya, kesan yang dibuat dan ditinggalkan oleh penulis adalah "terburu-buru" untuk sampai ke ending. Sediki menyesal karena sudah membeli buku ini. Terbuang percuma sudah uangku untuk buku dengon bobot seperti ini. huhuhuhu.... Menyesal

  14. 5 out of 5

    Tika Sylvia

    Menyelami Arti Kehilangan dalam Novel Percaya http://tikasylviautamimusimkedua.blog... Mungkin tak ada yang menyangka sosok cewek populer di sekolah yang cantik, fashionable, tajir dan pintar bernama Tintani tengah berusaha menyimpan luka yang ia rasakan semenjak kematian sang ibu. Selama belasan tahun ia harus merasakan suasana dingin dan kaku dengan sang ayah. Rasa kesepian yang mendera Tintan seolah menjadi luka yang bertahun-tahun ia simpan dan sembunyikan. Gadis ini nyaris tumbuh tanpa sentuha Menyelami Arti Kehilangan dalam Novel Percaya http://tikasylviautamimusimkedua.blog... Mungkin tak ada yang menyangka sosok cewek populer di sekolah yang cantik, fashionable, tajir dan pintar bernama Tintani tengah berusaha menyimpan luka yang ia rasakan semenjak kematian sang ibu. Selama belasan tahun ia harus merasakan suasana dingin dan kaku dengan sang ayah. Rasa kesepian yang mendera Tintan seolah menjadi luka yang bertahun-tahun ia simpan dan sembunyikan. Gadis ini nyaris tumbuh tanpa sentuhan kasih sayang seorang ibu, mirisnya lagi ia mesti kehilangan sosok ayah yang begitu larut tenggelam pada kesibukan bekerja. Ketika Tintani nyaris tak lagi memiliki sosok yang bisa ia percaya, Anti sang tante berhasil menjadi penengah diantara rasa kesendiran dan kesepian yang dialaminya. Dari sang tante, Tintani belajar untuk bisa percaya, belajar mengerti dan menyelami tentang makna percaya yang akan mendatangkan kebaikan bagi dirinya. Novel setebal 229 halaman ini tidak hanya menyodorkan kisah ringan yang bisa jadi pilihan pembaca, namun ada nilai-nilai menarik yang juga dihadirkan oleh penulis, Diego Christian. Seolah tak ingin menjadikan novel pertamanya sebagai bacaan biasa, Diego berhasil menggiring pembaca masuk dan menyelami sosok Tintan dengan percik-percik nilai kehidupan yang menyertainya. Seperti ketika Tintan harus menelan kekecewaan saat dihadapkan pada sebuah fakta, bahwa ayahnya menjadi tertuduh hingga perusahaannya mengalami pailit. Permasalahan bertubi-tubi yang dialami tokoh utama di salah satu novel terbitan Gagas Media ini pun dibalut oleh pesan dan nilai yang menggugah. Tentang bagaimana sebuah rasa percaya bisa menjadi kekuatan bagi diri seseorang untuk menjalani setiap tantangan yang melanda. Tidak hanya itu, Diego juga sukses mengajak pembaca untuk melihat kehidupan yang sesungguhnya dari jarak yang cukup dekat dengan realita. Hal itu bisa terlihat dari perjalanan kisah Tintan yang melakukan proses pencarian dari makna kehidupan yang sebenarnya, mulai dari suasana di lorong kereta, sekelompok anak punk yg bergelantungan di pintu kereta, pengamen kecil, hingga bapak tua yang menggelar koran untuk tidur. Setiap jengkal perjalanan sang tokoh seolah menjadi cara yang digunakan penulis untuk menyampaikan kepada pembaca dalam menghargai setiap proses perjalanan kehidupan. Hingga akhirnya penulis pun menguak kisah terpendam yang terjadi dalam kehidupan Tintan, tentang keadaan sang ayah, tentang kebekuan yang selama ini terjalin, tentang bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan, hingga tentang bagaimana memaknai sebuah kehilangan. Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri Ayah Tintania? Apakah ada hubungannya dengan kematian sang istri? Lantas bagaimana rasa percaya itu akhirnya bisa menyelamatkan kehidupan Tintan? Temukan jawabannya di novel Percaya. Judul : Percaya Penulis : Diego Christian Penerbit : Gagas Media ISBN : 979–780–567–0 Harga : Rp 40.000,-

  15. 4 out of 5

    Anis S.

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Semua orang punya cara tersendiri untuk melindungi orang yang disayanginya. Aku merasa harus memagari hidupmu dari segala hal yang mungkin bisa membuatmu terluka. Seperti berada di akuarium bening, semua terlihat sempurna dan sederhana untukmu. Memang begitulah inginku; kau berbahagia, merasa memiliki dunia dalam genggamanku. Itu yang tertulis sebagai sinopsis singkat novel ini, yang saya duga adalah pesan Ayah pada dia. Membaca novel ini terasa seperti sejenak mengarungi proses pendewasaan Tintan Semua orang punya cara tersendiri untuk melindungi orang yang disayanginya. Aku merasa harus memagari hidupmu dari segala hal yang mungkin bisa membuatmu terluka. Seperti berada di akuarium bening, semua terlihat sempurna dan sederhana untukmu. Memang begitulah inginku; kau berbahagia, merasa memiliki dunia dalam genggamanku. Itu yang tertulis sebagai sinopsis singkat novel ini, yang saya duga adalah pesan Ayah pada dia. Membaca novel ini terasa seperti sejenak mengarungi proses pendewasaan Tintani yang sedang dalam masa mencari jati dirinya. Ayah, orang tua satu-satunya yang ia miliki saat ini, seolah tak menganggapnya ada dan menurutnya lebih menganggap pekerjaan sebagai "anak"nya karena kesibukannya itu. Walau dengan semua kesibukan itu, ayahnya memang mampu memberi semua yang ia perlu dan bahkan berlebih. Lalu, ayahnya juga yang menghempaskannya dari titik tertinggi, clique-nya di sekolah, teman-teman satu sekolahnya yang telah menganggapnya popoler, sekolah, Anti yang tinggal di Jakarta harus ia tinggalkan karena sebuah kasus fitnah yang menimpa ayahnya itu hingga ia harus pergi sementara waktu ke Purwokerto. Alasannya untuk membenci ayahnya bertambah kuat kala itu. Namun, di balik itu semua. Anti adalah rumah yang selalu bisa ia datangi kapan pun, termasuk ketika ia memutuskan kabur dari ayahnya. Anti adalah seorang penting yang lain dalam hidupnya. Anti pun tahu, Tintan menumpukan sebagian dirinya pada Anti. Peran Anti dalam novel ini sangat besar, ia ikut membentuk diri Tintan, ia membantu melatih Tintan untuk menjadi pribadi yang mandiri, menjadi pribadi yang bisa melihat dari sudut pandang orang lain, dan lebih memahami kehidupan yang sesungguhnya. Hingga akhirnya badai kedua menimpa Tintan, ia tahu hidupnya jelas takkan sama lagi. Namun, lagi, Anti membantu Tintan keluar dari kesedihannya dan, lagi, menatap dunia ini dengan lebih luas. Benar-benar seperti mengarungi titik balik di kehidupan Tintani, bukan? Sebuah bacaan yang cukup menyenangkan hingga dapat saya selesaikan dalam satu hari, namun beberapa kesalahan peletakan kata sedikit mengganggu walau tak sampai membuat saya tak menikmati bacaan ini. Membaca kisah ini seperti membaca kisah seorang kawan yang tengah dalam proses menemukan dirinya!

  16. 4 out of 5

    Stefanie Sugia

    "Ia tidak pernah mempelajari tata cara untuk hal semacam ini. Ini lebih dari sekadar memberi penghiburan; ini lebih dari sekadar mengasuh anak. Anakku, seandainya kau tahu apa yang terjadi pada ayahmu dan apa yang sesungguhnya Ayah rasakan." Percaya adalah sebuah kisah tentang sebuah keluarga yang dimulai dari sang anak perempuan yang bernama Tintani, atau lebih sering dipanggil Tintan. Kisah ini diawali dengan pesta ulang tahunnya yang ke-17; saat ketika ia seharusnya merasa paling bahagia. Aka "Ia tidak pernah mempelajari tata cara untuk hal semacam ini. Ini lebih dari sekadar memberi penghiburan; ini lebih dari sekadar mengasuh anak. Anakku, seandainya kau tahu apa yang terjadi pada ayahmu dan apa yang sesungguhnya Ayah rasakan." Percaya adalah sebuah kisah tentang sebuah keluarga yang dimulai dari sang anak perempuan yang bernama Tintani, atau lebih sering dipanggil Tintan. Kisah ini diawali dengan pesta ulang tahunnya yang ke-17; saat ketika ia seharusnya merasa paling bahagia. Akan tetapi bukan itu yang dirasakan oleh Tintan, sepanjang waktu ia merasa gelisah; disebabkan oleh satu hal yaitu, Ayahnya yang tak kunjung datang. Hubungan Tintan dan Ayahnya memang tidak pernah baik selama 13 tahun; mereka tidak pernah banyak bicara pada satu sama lain semenjak kematian sang Ibu saat Tintan berusia 4 tahun. Sejak kematian istrinya, Sofyan - Ayah Tintan - menghabiskan seluruh waktunya untuk bekerja, meraih prestasi yang gemilang dalam dunia kariernya. Sayangnya, hal tersebut menyebabkan Tintan kekurangan perhatian dari Ayahnya. Untungnya, selalu ada Anti - adik Sofyan, yang bernama Amanda, yang selalu menjaga dan memperhatikan Tintan seperti anaknya sendiri. Di pesta ulangtahun Tintan pun, Anti-lah yang selalu berusaha menghibur Tintan ketika gadis itu amat kecewa karena Sofyan telah mengingkari janjinya untuk datang ke pesta ulangtahunnya..... Baca review selengkapnya di: http://thebookielooker.blogspot.com/2...

  17. 4 out of 5

    Cindy Pricilla

    lumayan cepat juga aku bacanya. berarti ceritanya nggak membosankan karena bacanya nggak berasa, tahu-tahu udah berpuluh-puluh halaman aja. aku suka ide ceritanya yang beda dari teenlit kebanyakan. tentang hubungan Tintan dengan ayahnya, Sofyan. seharusnya buku ini bisa buat kamu terharu atau nangis, tapi kok aku kurang tersentuh ya sama ceritanya? apa karena hatiku sudah membeku? (halah-_-) hmm, mungkin karena keterbatasan halaman, jadi alur ceritanya begitu cepat dan kurang menguras emosi. oh ya, lumayan cepat juga aku bacanya. berarti ceritanya nggak membosankan karena bacanya nggak berasa, tahu-tahu udah berpuluh-puluh halaman aja. aku suka ide ceritanya yang beda dari teenlit kebanyakan. tentang hubungan Tintan dengan ayahnya, Sofyan. seharusnya buku ini bisa buat kamu terharu atau nangis, tapi kok aku kurang tersentuh ya sama ceritanya? apa karena hatiku sudah membeku? (halah-_-) hmm, mungkin karena keterbatasan halaman, jadi alur ceritanya begitu cepat dan kurang menguras emosi. oh ya, deskripsi tokoh-tokohnya juga kurang nih, jadi terasa abu-abu bayangin tokohnya berpenampilan gimana. terus agak terganggu juga sama narasi yang diulang-ulang, kaya aktivitas Anti. hm, paling suka sama tokoh Anti, dia yang paling berjasa dalam hidup Tintan, terima kasih untuk pelajaran hidupnya. nasihatnya ditulis dengan smooth, tidak menggurui. overall, buku ini cukup bagus dan layak dibaca untuk sebuah buku debut. :)

  18. 4 out of 5

    Just_denok

    Novel ini mengharukan T.T. Banyak hal positif bisa diambil dari perjalanan Tintan. Kebesaran hati untuk memaafkan, untuk selalu bersyukur, untuk selalu menjadi diri sendiri, untuk berbagi, banyak deh pokoknya. Awalnya pas baca blurb di belakang novel, aku kira Percaya mennceritakan kisah romance, tapi nyatanya cerita keluarga. Mengenai hubungan Tintan dan Ayahnya. Okey, ada cerita pershabatan juga tapi lebih didominasi cerita keluarga. Sebenarnya novel ini bisa diselesaikan dengan cepat, karena t Novel ini mengharukan T.T. Banyak hal positif bisa diambil dari perjalanan Tintan. Kebesaran hati untuk memaafkan, untuk selalu bersyukur, untuk selalu menjadi diri sendiri, untuk berbagi, banyak deh pokoknya. Awalnya pas baca blurb di belakang novel, aku kira Percaya mennceritakan kisah romance, tapi nyatanya cerita keluarga. Mengenai hubungan Tintan dan Ayahnya. Okey, ada cerita pershabatan juga tapi lebih didominasi cerita keluarga. Sebenarnya novel ini bisa diselesaikan dengan cepat, karena tiap bab hanya berisi beberapa halaman saja. Jadinya nggak berasa lama pas baca. Penggunaan bahasanya juga enak banget, ngalir, ringan dan menyentuh di beberapa bagian. Dan aku baru 'ngeh' di beberapa halaman terakhir, kalau ternyata Sam itu cowok. Aku pikir cewek karena namanya Samantha :) Well Done ^^

  19. 4 out of 5

    Ristia Vinny

    aku pikir, ini novel tentang cecintaan. emang masih cecintaan sih, tapi bukan cinta sepasang kekasih, melainkan cinta sepasang anak gadis bernama Tintani Subrata dengan ayahnya Sofyan Subrata. ah aku suka drama keluarga begini. aku pernah nonton "mom" dan "mother", film korea yang menguras airmata dan menghangatkan dada. meski "Percaya" nggak sampe bikin aku kayak gitu, aku tetep suka dan menamatkan buku ini dalam waktu yg cukup singkat. aku suka cara penulis bercerita, memilih diksi, dan mengak aku pikir, ini novel tentang cecintaan. emang masih cecintaan sih, tapi bukan cinta sepasang kekasih, melainkan cinta sepasang anak gadis bernama Tintani Subrata dengan ayahnya Sofyan Subrata. ah aku suka drama keluarga begini. aku pernah nonton "mom" dan "mother", film korea yang menguras airmata dan menghangatkan dada. meski "Percaya" nggak sampe bikin aku kayak gitu, aku tetep suka dan menamatkan buku ini dalam waktu yg cukup singkat. aku suka cara penulis bercerita, memilih diksi, dan mengakhiri cerita. yg aku kurang suka adalah covernya. hehe. (tapi itu kan bukan kerjaannya penulis, Vinny! --- oh iya ya)

  20. 4 out of 5

    Annisa

    Baru suka buku-buku Gagas Media, setelah tahu dari temen yang emang koleksi bukunya Gagas. Rekomendasi temen bilang Percaya bagus. Aku beli dan ternyata... KEREEEN! Bikin nangis banget. Bahasanya juga nagih. Apalagi pas tahu ini buku pertamanya si penulis. Nggak salah juga sih penulis mahasiswa Sastra Indo UI. Inspiratif dan ga ada romancenya. Capke juga sih baca romance terus. Kata aku ini buku yang bagus buat perkembangan remaja. As if semua buku di toko buku sebagus terbitan Gagas ini. Semoga Baru suka buku-buku Gagas Media, setelah tahu dari temen yang emang koleksi bukunya Gagas. Rekomendasi temen bilang Percaya bagus. Aku beli dan ternyata... KEREEEN! Bikin nangis banget. Bahasanya juga nagih. Apalagi pas tahu ini buku pertamanya si penulis. Nggak salah juga sih penulis mahasiswa Sastra Indo UI. Inspiratif dan ga ada romancenya. Capke juga sih baca romance terus. Kata aku ini buku yang bagus buat perkembangan remaja. As if semua buku di toko buku sebagus terbitan Gagas ini. Semoga nggak berhenti dengan satu buku ya, Diego :) Anak remaja dan dewasa butuh buku remaja motivasi kayak gini :)

  21. 5 out of 5

    Rhillaeza Mareta

    Hidup bukanlah hanya seputar apa yang kita lihat di sekeliling kita dalam jarak beberapa jengkal saja. Hidup, beserta segenap makna tak ternilai di dalamnnya, justru jauh lebih luas daripada jarak terhitung itu. Melalui Tintani, pembaca diajak untuk turut belajar memandangi, merenungi, sekaligus memaknai kehidupan mulai dari cara yang rumit namun sebenarnya salah hingga cara sederhana namun nyatanya paling bijaksana. Yang kau butuhkan hanyalah "Percaya" untuk tetap berjalan dengan berani dan pas Hidup bukanlah hanya seputar apa yang kita lihat di sekeliling kita dalam jarak beberapa jengkal saja. Hidup, beserta segenap makna tak ternilai di dalamnnya, justru jauh lebih luas daripada jarak terhitung itu. Melalui Tintani, pembaca diajak untuk turut belajar memandangi, merenungi, sekaligus memaknai kehidupan mulai dari cara yang rumit namun sebenarnya salah hingga cara sederhana namun nyatanya paling bijaksana. Yang kau butuhkan hanyalah "Percaya" untuk tetap berjalan dengan berani dan pasti menghadapi rintangan yang hadir silih berganti. Ya, "Percaya", yang mestinya kita semua tahu tentang cinta :) .

  22. 4 out of 5

    Dewi Natalia

    Awalnya saya kecewa karena ternyata ini bukan novel romance. Namum cerita kehidupan Titan tidak lantas membuat saya berhenti membaca novel ini. Ketika saya membayangkan begitu gigihnya ayah Titan, saya pun teringat ayah saya. Seorang ayah yang bekerja keras demi anak-anaknya. Hanya satu yang perlu dilakukan oleh anak-anaknya PERCAYA. Jangan pernah ragu terhadap orang tua kita terutama ayah. Banyak hal yang bisa kita petik dari cerita kehidupan seorang Titan, yang paling utama adalah kepercayaan Awalnya saya kecewa karena ternyata ini bukan novel romance. Namum cerita kehidupan Titan tidak lantas membuat saya berhenti membaca novel ini. Ketika saya membayangkan begitu gigihnya ayah Titan, saya pun teringat ayah saya. Seorang ayah yang bekerja keras demi anak-anaknya. Hanya satu yang perlu dilakukan oleh anak-anaknya PERCAYA. Jangan pernah ragu terhadap orang tua kita terutama ayah. Banyak hal yang bisa kita petik dari cerita kehidupan seorang Titan, yang paling utama adalah kepercayaan dan kebaikan.

  23. 4 out of 5

    Pio Pio

    kurang suka dan nggak berkesan apa-apa setelah menutup halaman terakhir. konflik keluarga menengah ke atas bagiku sedikit cengeng. terutama karakter utamanya. pembuakaanya juga biasa. seorang ayah tidak bisa datang di hari ulang tahun dan si anak ngambek berat. halah, yang nggak pernah ngeryain ulang tahun juga banyak, seperti saya :( ayahnya penyakitan dan anaknya sampai nggak tahu. tahu2 udah mau meninggal. realistic fiction tapi buatku malah kaya cerita sandiwara. cerita ini kurang berhasil m kurang suka dan nggak berkesan apa-apa setelah menutup halaman terakhir. konflik keluarga menengah ke atas bagiku sedikit cengeng. terutama karakter utamanya. pembuakaanya juga biasa. seorang ayah tidak bisa datang di hari ulang tahun dan si anak ngambek berat. halah, yang nggak pernah ngeryain ulang tahun juga banyak, seperti saya :( ayahnya penyakitan dan anaknya sampai nggak tahu. tahu2 udah mau meninggal. realistic fiction tapi buatku malah kaya cerita sandiwara. cerita ini kurang berhasil menyentuh hatiku(apa hatiku yang kurang peka ya?)bintang 2 buat tulisan yang enak dibaca.

  24. 4 out of 5

    B.

    Baru baca buku ini di tahun 2016 dan saya tetap percaya bahwa "Percaya" adalah novel yang tidak akan lekang oleh waktu. Alur cerita yang mengalir melalui karakter utama, Tintani, berhasil membuat saya merasakan yang Tintani rasakan. Awalnya saya kira ini novel kisah cinta anak muda, tapi ternyata Diego memperlihatkan cinta dari sudut pandang lain--yakni cinta dalam keluarga. Penokohan yang menarik; alur cerita yang tidak terduga, dan juga pesan dalam cerita yang menarik untuk direnungkan oleh pe Baru baca buku ini di tahun 2016 dan saya tetap percaya bahwa "Percaya" adalah novel yang tidak akan lekang oleh waktu. Alur cerita yang mengalir melalui karakter utama, Tintani, berhasil membuat saya merasakan yang Tintani rasakan. Awalnya saya kira ini novel kisah cinta anak muda, tapi ternyata Diego memperlihatkan cinta dari sudut pandang lain--yakni cinta dalam keluarga. Penokohan yang menarik; alur cerita yang tidak terduga, dan juga pesan dalam cerita yang menarik untuk direnungkan oleh pembaca. Salut untuk Diego;dan saya tidak sabar untuk menjelajahi karya-karya Diego selanjutnya.

  25. 5 out of 5

    Mita

    Love this book so much. The writer and all the readers must be owe to the publisher Gagas Medi to published this stunning book. Apalagi setlah aku denger ini buku debut. Nggak sabar baca buku selanjutnya sih. Semoga aja buku ini best seller, kalo nggak sih ya kebangetan, buku sebagus ini bisa menginspirasi aku yang notabene orang baru suka baca. Keep up the goodwork, Diego :) Love your writing style btw, lembut dan menyentuh :)

  26. 4 out of 5

    Dzihan

    Saya jatuh cinta dengan buku ini. Ternyata Gagas tidak melulu romance, buktinya ada buku dengan daya inspiratif yang besar bagi remaja seperti buku ini, dan... hey! Ini buku debutnya? Bagus sekali. Saya yakin kalau semua orang baca buku ini pasti bisa mengerti kehidupan. Tidak hanya baik bagi remaja, tapi juga bagus bagi orangtua dan dewasa muda. Ini lebih dari sekadar novel teenlit atau novel keluarga. Bahasanya juga lembut, khas novel sastra. Bagus sekali :)

  27. 4 out of 5

    Heryanti Julia Anggraeni

    Pemasalahan yang diangkat di novel remaja ini bukan permasalahan yang biasa diangkat pada umumnya. Biasanya novel remaja ngangkatnya tentang percintaan, ini tidak. Tapi tentang keluarga. Suka sih, tapi kata-katanya kurang cetar membahana hehe. Dan hey, kok saya baru tahu kalo Sam itu cowok, di akhir-akhir sih? di halaman 198. Ini memang baru disebutinnya pas halaman segitu atau di awal-awal juga sudah disebutin tapi saya yang oon?

  28. 4 out of 5

    Dina

    pertama karena tintan anak sma jadi aku pikir ini novel teenlit...(nggak lihat review buku ini sih ya, asal pinjem aja...) ternyata ceritanya tentang ayah dan anak... menarik, tapi heran juga ya, ada gitu ayah yang selama 13tahun ngomong ama anaknya cuma basa-basi gitu? yah walaupun cuma novel tapi tetep aja heran... terus kasian tintan juga akhirnya malah jadi yatim piatu, meskipun ada anti yang baik banget sama dia... 2 bintang aja ya :)

  29. 4 out of 5

    Titi

    Sekalinya debut dari Diego Christian, novel ini bikin saya nangis. Gagas Media cerdas untuk memilih penulis muda berkualitas dan saya rasa, saya akan berlangganan beli bukunya Gagas deh. Keren sih, novel debut udah seperti ini. Ditunggu banget karya berikutnya. Jangan terlalu banyak romance, yang muda-muda kan juga butuh novel remaja passion kayak gini. Two thumbs up!

  30. 5 out of 5

    Atiqoh Hasan

    sampai akhir halaman buku nggak nemu klimaksnya dimana. standar dan mudah ditebak, klise. entah karena ceritanya yang terlalu biasa atau karena aku yang nggak dapet gereget atau gimana ya, tapi yang jelas, ceritanya terlalu drama dan klise. tapi oke kok buat ukuran pemula. aku pun belum tentu bisa nerbitin buku di penerbit major, sukses ya :D

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...